Dorong perekonomian, BSI tekan nota kesepahaman dengan MUI dan PBNU

Dorong perekonomian, BSI tekan nota kesepahaman dengan MUI dan PBNU

Ilustrasi - Pegawai berjalan di Bank Syariah Indonesia (BSI) usai peresmian di Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sepakat untuk mendukung perekonomian umat melalui nota kesepahaman tentang pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah.

Melalui nota kesepahaman, Direktur Retail Banking BSI Kokok Alun Akbar dan Ketua KPEU MUI Pusat Nuruzzaman serta Ketua Bidang Ekonomi MUI Pusat Lukman Hakim, sepakat untuk mendorong UMKM naik kelas melalui berbagai produk keuangan syariah.

“Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, kami mendorong UMKM untuk naik kelas melalui berbagai produk dan layanan keuangan syariah, di antaranya penyaluran pembiayaan maupun produk dana yang disertai dengan layanan digital sesuai prinsip syariah. Hal ini merupakan wujud nyata strategi Bank Syariah Indonesia untuk tumbuh menjadi bank syariah yang inklusif dan modern,” kata Kokok Alun Akbar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Dukungan BSI terhadap UMKM ditunjukkan melalui pendampingan usaha, di antaranya dengan menyediakan pusat pelatihan dan pendampingan UMKM, pelatihan pemasaran produk UMKM, dan membangun sentra UMKM di daerah.

UMKM juga menjadi salah satu fokus BSI dalam mengembangkan ekosistem halal yang bermanfaat bagi umat dengan menumbuhkan segmen UMKM berbasis ekosistem/komunitas dan value chain yang terintegrasi. Hingga Februari 2021, penyaluran pembiayaan BSI di sektor UMKM sebesar Rp35,3 triliun.

Sedangkan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Wakil Direktur Utama 2 BSI Abdullah Firman Wibowo dan Ketua PBNU Said Aqil Siroj bertujuan untuk memberikan pelayanan kebutuhan transaksi keuangan sesuai prinsip syariah bagi segenap pengurus dan anggota PBNU.

“Di tengah kondisi pandemi COVID-19, perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan kinerja yang stabil. Namun demikian, tingkat literasi dan inklusi perbankan syariah masih rendah. Dengan kesepakatan antara Bank Syariah Indonesia dengan PBNU diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi perbankan syariah dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa berbasis industri halal,” ujarnya.

Adapun dalam rangka mewujudkan komitmen untuk mengembangkan industri halal, BSI siap melayani seluruh segmen baik UMKM, retail, serta wholesale. Hal tersebut ditunjukkan melalui beberapa inisiatif diantaranya melaksanakan mandat pemerintah terkait segmen mikro terpilih di pasar tertentu, mengembangkan ekosistem islami (haji umroh, ZISWAF), serta mendorong inovasi produk wholesale dengan mengoptimalkan akad khas syariah.

Baca juga: Dukung industri halal, BSI fokus ke UMKM dan layanan digital
Baca juga: BSI siap dukung industri Halal dengan fokus UMKM
Baca juga: BSI diminta atasi stagnasi pangsa pasar perbankan syariah nasional

 

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021