DMC Dompet Dhuafa evakuasi dan sisir lokasi banjir di Adonara NTT

DMC Dompet Dhuafa evakuasi dan sisir lokasi banjir di Adonara NTT

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa turut mengevakuasi korban serta menyisir lokasi banjir di Pulau Adonara, NTT, Senin (5/4/2021). ANTARA/HO-Dompet Dhuafa/aa.

Jakarta (ANTARA) - Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa turut mengevakuasi korban serta menyisir lokasi banjir dan longsor di Pulau Adonara di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala DMC Dompet Dhuafa Haryo Mojopahit mengatakan saat ini Tim Advance DMC sudah sampai di lokasi untuk melakukan penilaian atas kebutuhan apa saja yang diperlukan, dan mendata kebutuhan para pengungsi.

"Tim SAR DMC yang diterjunkan akan fokus membantu menyisir dan mengevakuasi korban banjir bandang. Sebelumnya sudah ada tim relawan Domper Dhuafa Volunteer (DDV) yang sudah berada di Adonara, Flores Timur, NTT," ujar dia melalui keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.

Adapun bantuan untuk kebutuhan mendata kebutuhan para pengungsi yang akan disediakan diantaranya selimut, pakaian layak pakai, kebutuhan bayi, higienis kit, terpal, dan lain sebagainya.

Baca juga: Basarnas: 69 korban banjir bandang di Adonara ditemukan meninggal

Baca juga: Kemendes dampingi penggunaan dana desa untuk penanganan bencana NTT


Tim SAR DMC bersama Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) NTT di Kupang sedang mempersiapkan pemberangkatan tim kesehatan hari ini, sementara, gerbang masuk Adonara ditutup.

"Kemungkinan kami akan melalui Maumere," ujar dia.

Banjir bandang menimpa wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Ahad (4/4). Bencana tersebut akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Sebelumnya, banjir bandang yang terjadi di Flores Timur telah memakan korban sebanyak 44 orang meninggal dunia, 26 orang hilang, 9 orang luka-luka, 80 KK terdampak dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi. Data mengenai para korban dan masyarakat terdampak masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.

Kemudian kerugian materiil yang dilaporkan meliputi 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, 5 jembatan putus, puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat dan ruas jalan Waiwadan-Danibao dan Numindanibao terputus di empat titik.*

Baca juga: Kemensos salurkan bantuan senilai Rp2,6 miliar ke NTT

Baca juga: BNPB kirimkan bantuan logistik bencana banjir bandang Flores Timur
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021