BSI satukan operasional sistem layanan di Indonesia Timur

BSI satukan operasional sistem layanan di Indonesia Timur

Dokumentasi. Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia TBK Hery Gunardi saat diskusi virtual ISEI Jakarta, Rabu (17/3)

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk melakukan penyatuan dan integrasi sistem layanan di region XI Indonesia Timur sebagai wujud komitmen perusahaan mendorong pengembangan keuangan syariah dan meningkatkan literasi masyarakat di kawasan timur Indonesia.

“Integrasi sistem layanan ini merupakan salah satu langkah merger operasional dan bisa mendukung layanan BSI berjalan lebih optimal,” kata Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Penyatuan sistem layanan di region XI Indonesia Timur yang dilakukan di Makassar tersebut dilakukan bertahap pada 5 dan 19 April 2021, mencakup migrasi rekening nasabah, kartu ATM hingga mobile dan internet banking.

Hery menyebutkan Sulawesi dipilih sebagai salah satu pintu penting dalam integrasi sistem layanan BSI karena wilayah tersebut merupakan gerbang untuk melebarkan lini bisnis di timur Indonesia.

“Ini juga sekaligus membuktikan bahwa perusahaan fokus pada pengembangan yang bersifat Indonesia sentris. Kami berharap hadirnya BSI di wilayah ini dapat meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah dan literasi masyarakat di kawasan Timur Indonesia,” imbuhnya.

Hery juga memastikan bahwa selama proses penyatuan integrasi sistem layanan, nasabah tetap dapat melakukan aktivitas dan transaksi keuangan seperti biasa.

Untuk tahap pertama integrasi sistem layanan di region XI Indonesia Timur akan ada sebanyak 425 ribu dari 1,2 juta nasabah yang akan terintegrasi dalam layanan BSI. Region BSI XI Indonesia Timur meliputi Sulawesi, Maluku dan Papua yang membawahi tiga area meliputi area Makassar membawahi Sulselbar, area Palu membawahi Sulteng, Sultra & Gorontalo dan Area Manado membawahi Sulut, Maluku, Papua.

Selama periode tersebut nasabah bank asal secara bertahap akan dihubungi untuk melakukan migrasi rekening ke Bank Syariah Indonesia. Kemudian untuk fasilitas kartu, buku tabungan dan deposito, migrasi dilakukan bertahap hingga 31 Oktober 2021.

BSI menargetkan pada 1 November 2021, seluruh jaringan Bank Syariah Indonesia bisa terintegrasi dan ampai akhir 2021 seluruh total nasabah akan memiliki akun di sistem baru BSI.

Sebelumnya, BSI telah melakukan migrasi pada dua kantor cabang yang sudah terintegrasi yaitu KC Tangerang BSD dan KC Jakarta Barat dari Februari 2021. Hingga 30 Maret 2021 sebesar 94 persen rekening giro dan tabungan dan 98 persen untuk rekening deposito telah selesai migrasi.

Selama proses migrasi, nasabah bank asal Bank Syariah Indonesia masih dapat menggunakan kartu dan buku tabungan yang dimiliki sampai dengan cabang tersebut berubah menjadi kantor cabang yang sudah terintegrasi.

Selain itu, nasabah masih dapat menggunakan jaringan ATM dari masing-masing bank asal atau menggunakan jaringan ATM yang bekerja sama, yakni jaringan ATM Prima, ATM Bersama, dan GPN.

Adapun untuk proses migrasi rekening bisa dilakukan secara digital dengan hadir langsung ke kantor cabang BSI, melalui aplikasi BSI Mobile, via call center 14040, Whatsapp Business BSI, ataupun melalui live chat Asiyah.

Baca juga: Dukung industri halal, BSI fokus ke UMKM dan layanan digital
Baca juga: BSI siap dukung industri Halal dengan fokus UMKM
Baca juga: BSI cetak wirausahawan fesyen, kuliner, kesehatan via beasiswa

 

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021