Wali kota Bogor pastikan keamanan kebaktian dan misa Paskah

Wali kota Bogor pastikan keamanan kebaktian dan misa Paskah

Wali Kota Bogor, Bima Aryam saat meninjau Gereja Katedral Bogor, Kamis malam. ANTARA/HO/Pemerintah Kota Bogor

Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor, Bima Arya, memastikan pengamanan kebaktian dan misa di gereja-gereja oleh personil TNI dan polisi di Bogor pada rangkaian perayaan Paskah 2021, pada 1-4 April 2021.

"Rangkaian kegiatan ibadah Paskah sampai hari Minggu lusa, kami pastikan keamanannya," kata dia, di Bogor, Jumat.

Menurut dia, pengamanan di gereja-gereja pada kebaktian dan misa perayaan Paskah dilakukan personil Kodim 0606/Bogor dan Polresta Bogor Kota.

Baca juga: 1.001 tentara siaga bantu polisi amankan Paskah di Makassar

Ia datang ke Gereja Kathedral Bogor di Jalan Kapten Muslihat dan Gereja Katolik St Fransiskus Asisi di Jalan Siliwangi, Bogor, untuk memastikan pengamanan terjadi secara baik. Ia juga melihat jemaat yang hadir di gereja telah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Sebelum masuk gereja jemaat diperiksa barcode-nya dan temperatur tubuh. "Jemaat yang hadir sudah mendaftar sebelumnya dan ketika hadir dicek satu per satu," kata politisi PKS ini.

Baca juga: Panglima TNI tinjau pengamanan gereja di Makassar

Pengurus gereja juga menyediakan fasilitas tempat cuci tangan dengan air dan sabun. Jemaat yang hadir wajib memakai masker dan di dalam gereja tempat duduk jemaat juga diberi jarak.

Sebelumnya, Kepala Polresta Bogor Kota, Komisaris Besar Polisi Susatyo Condro, mengatakan, Polresta Bogor Kota dan Kodim 0606/Bogor menurunkan sekitar 400 personil untuk mengamankan 77 gereja di Bogor. "Tim gabungan mengamankan gereja 24 jam, mulai Kamis sampai Minggu," kata Susatyo Purnomo Condro, di Bogor, Kamis (1/4).

Baca juga: Panglima TNI pantau pengamanan Paskah di Gereja Katedral Jakarta

Ia menjelaskan, Polresta Bogor Kota sudah berkoordinasi dengan pimpinan organisasi gereja-gereja di Bogor dan mendapatkan laporan, ada sebanyak 21 geraja dari 77 gereja di Bogor melaksanakan kebaktian dan misa Paskah secara langsung atau tatap muka, sedangkan gereja lainnya melaksanakan ibdah paskah secara virtual.

Untuk kebaktian dan misa Paskah secara langsung, kata dia, pengaturannya dilakukan secara tertib menggunakan sistem barcode dan menerapkan protokol kesehatan. "Jemaat yang hadir di gereja tidak sampai 50 persen dari kapasitas," katanya.

Baca juga: Ratusan personel gabungan jaga Jumat Agung dan Paskah
Pewarta : Riza Harahap
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021