Pemegang saham setujui Summarecon "rights issue" 3,61 miliar saham

Pemegang saham setujui Summarecon

RUPSLB PT Summarecon Agung Tbk menyetujui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau “rights issue” dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,61 miliar saham. (ANTARA/HO-Summarecon)

Jakarta (ANTARA) - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Summarecon Agung Tbk menyetujui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau “rights issue” dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,61 miliar saham atau 25 persen dari modal disetor perseroan dengan nilai nominal sebesar Rp100 per lembar saham.

"Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, pembayaran hutang serta modal kerja untuk mempercepat pengembangan usaha perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak perusahaan. Diharapkan dengan aksi korporasi ini, kinerja dan daya saing perusahaan akan semakin meningkat," kata Presiden Direktur Summarecon Adrianto P. Adhi melalui keterangan di Jakarta, Kamis.

Adrianto mengatakan, di tengah kondisi ekonomi nasional dan global yang sangat menantang akibat dampak dari pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, Summarecon tetap produktif dan mencetak penjualan yang cukup baik. Pada 2020, Summarecon berhasil membukukan penjualan sebesar Rp3,3 triliun.

"Proyeksi tahun 2021, perseroan optimis akan lebih baik, terutama dengan adanya program vaksin COVID- 19 serta dukungan regulasi dari pemerintah, seperti pelonggaran rasio LTV properti dan pencairan KPR inden hingga 100 persen, serta Pajak Pertambahan Nilai atau PPN untuk properti yang ditanggung pemerintah," ujar Adrianto.

Summarecon saat ini telah melakukan pengembangan kota terpadu di beberapa kawasan, seperti Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Bogor. Ia menambahkan, perseroan akan terus membangun dan mengembangkan proyek-proyek baru yang lebih inovatif.

Ia menambahkan, Summarecon dalam kegiatan usahanya dilakukan melalui unit-unit usaha perseroan, salah satunya unit bisnis pengembangan properti. Unit bisnis tersebut membangun berbagai proyek properti untuk dijual, seperti rumah, apartemen, kavling , dan bangunan komersial (ruko).

Berikutnya adalah unit bisnis investasi dan manajemen properti. Di samping membangun berbagai proyek properti untuk dijual, Summarecon juga membangun beberapa proyek properti untuk dikelola dan disewakan, khususnya pusat perbelanjaan. Adanya pendapatan sewa dari pusat-pusat perbelanjaan dan properti lainnya ini memberikan pendapatan yang berkelanjutan bagi Summarecon.

"Terakhir adalah unit bisnis rekreasi dan hospitality. Unit bisnis rekreasi dan hospitality merupakan proyek-proyek properti yang bersifat fasilitas
pelengkap yang penting sekaligus mendatangkan pendapatan bagi perseroan," ujar Adrianto.

Baca juga: Bisnis mulai menggeliat, Summarecon bangun properti komersial
Baca juga: Sektor properti dinilai bergerak positif di Makassar pada 2021
Baca juga: BPS catat inflasi Maret 2021 sebesar 0,08 persen

 
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021