Saham Singapura berakhir untung, terkerek optimisme prospek ekonomi AS

Saham Singapura berakhir untung, terkerek optimisme prospek ekonomi AS

Ilustrasi: Seorang melintas dekat layar elektronik pergerakan Bursa Saham Singapura (Reuters)

Singapura (ANTARA) - Saham Singapura ditutup 0,48 persen lebih tinggi pada hari Selasa, terangkat oleh optimisme atas prospek ekonomi lokal dan Amerika Serikat (AS).

Pasar AS bervariasi pada hari Senin karena kenaikan acuan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun menyebabkan penjualan saham-saham teknologi. Saham keuangan juga jatuh di tengah kekhawatiran lanjutan atas kewajiban menutup kerugian terkait dengan hedge fund Archegos.

Sementara itu harga minyak mentah naik tipis di Asia di tengah pembicaraan bahwa Rusia akan mendukung perpanjangan pengurangan produksi hingga Mei.

Baca juga: IHSG ditutup anjlok 95,38 poin, terseret aksi jual investor asing

Baca juga: Rupiah ditutup merosot lagi, tertekan naiknya imbal hasil obligasi AS

Riset Ritel MayBank-Kim Eng mengatakan, "Secara teknis, Indeks Straits Times yang overbought akan menguji level resistance berikutnya di 3.180 poin, sementara level support jangka pendek berada di sekitar area 3.000 poin."

Indeks acuan Singapura, Straits Times, naik 15,32 poin menjadi 3.190,89 poin. Volume perdagangan 1,94 miliar saham senilai 1,45 miliar dolar Singapura. Advancer melebihi jumlah decliners 288 berbanding 210.

Saham Keppel Corporation naik 1,33 persen menjadi 5,34 dolar Singapura. Unit telekomunikasi Keppel, bersama dengan Facebook dan PT Telkom, telah menandatangani perjanjian untuk bersama-sama memiliki dan mengembangkan Sistem Kabel Bifrost, sistem kabel bawah laut pertama di dunia yang secara langsung menghubungkan Singapura ke pantai barat Amerika Utara melalui Indonesia, yakni melalui Laut Jawa dan Laut Sulawesi.

Baca juga: Bursa China ditutup untung, terangkat saham energi baru dan kesehatan

Sistem ini diharapkan selesai pada tahun 2024 dan mencakup lebih dari 15.000 kilometer, dan sistem tersebut akan menghubungkan Singapura, Indonesia, Filipina, Guam, dan pantai barat Amerika Utara.

Saat operasi penuh, Sistem Kabel Bifrost berkinerja tinggi tersebut akan menjadi kabel transmisi kecepatan tinggi berkapasitas terbesar di seluruh Samudra Pasifik.

Bagian Keppel dari total biaya proyek sebagai mitra pembangunan bersama akan menjadi 350 juta dolar AS. Alcatel Submarine Networks ditunjuk untuk pekerjaan penyediaan dan pemasangan sistem kabel.

Di antara yang berkinerja terbaik, DBS Group Holdings naik 0,63 persen menjadi 29 dolar Singapura, sementara Jardine Matheson menjadi salah satu yang paling merugi dengan turun 0,75 persen menjadi 66 dolar AS. (1 dolar AS sama dengan 1,35 dolar Singapura).

Baca juga: Pasar saham Australia merosot, terseret saham material

Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021