1.000 nelayan Pangandaran dilatih keterampilan hadapi megathrust

1.000 nelayan Pangandaran dilatih keterampilan hadapi megathrust

Pelatihan penggunaan bubu lipat oleh nelayan. ANTARA/HO-KKP

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 1.000 nelayan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dilatih keterampilan untuk menghadapi ancaman gempa megathrust yang berpotensi memicu tsunami.

"Mereka akan mendapat pelatihan penanggulangan bencana. Jika terjadi megathrust, mereka dapat membantu masyarakat lainnya untuk menyelamatkan diri," kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial Safii Nasution dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin malam.

Safii menjelaskan alasan pelatihan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk melindungi warga pesisir selatan, termasuk Kabupaten Pangandaran dari ancaman megathrust.

Megathrust adalah gempa karena tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia dan dapat memicu tsunami.

Dalam peta bencana yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2019, kata Safii, disebutkan wilayah Pangandaran merupakan kawasan rawan bencana ke-17 secara nasional dan keenam di Provinsi Jawa Barat.

Di samping itu, menurut Peta Sumber Gempa Nasional 2017 yang diterbitkan Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), zona yang berpotensi memunculkan gempa megathrust di Jawa berada di tiga lokasi, yaitu perairan Selat Sunda, wilayah selatan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta segmen Jawa Timur-Bali.

Baca juga: Terjadi 95 kali gempa bumi di segmen megathrust Enggano selama 2021

Edukasi kepada masyarakat terhadap ancaman megathrust, kata Safii, juga dilakukan Kementerian Sosial melalui pelatihan dan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) berbasis kawasan di sejumlah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, seperti Kabupaten Pangandaran.

Rencananya, setelah 1.000 nelayan mendapatkan pelatihan bertajuk "Sahabat Tagana", akan dikukuhkan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini pada puncak peringatan HUT Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke-17, Rabu (31/3).

Dalam puncak peringatan HUT Tagana tersebut juga diisi berbagai perlombaan ketangkasan penanganan dan penyelamatan korban di lokasi bencana.

Perlombaan tersebut, antara lain vertical rescue, water rescue, dan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).

"Perlombaan ini diikuti oleh perwakilan Tagana seluruh Indonesia. Masing-masing provinsi mengirimkan empat orang perwakilannya," kata Safii.

Peringatan HUT Ke-17 Tagana juga diisi penanaman pohon manggrove sebanyak 2,7 juta pohon di seluruh Indonesia. Selain itu, sebanyak 20 ribu pohon manggove juga ditanam di sepanjang pesisir pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Baca juga: LIPI: Perulangan gempa merusak 5,6 bulan sekali
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021