Kemendag: Harga daging sapi Jabodetabek menonjol, harga di daerah aman

Kemendag: Harga daging sapi Jabodetabek menonjol, harga di daerah aman

Ilustrasi - Pedagang memotong daging sapi di pasar Kebayoran Lama, Jakarta. FOTO ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/Sp/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan harga daging sapi di wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya sedikit menonjol karena mengalami kenaikan, sedangkan harga di daerah-daerah relatif stabil dan aman.

"Sebenarnya kalau bicara mengenai (harga) daging sapi ini yang agak sedikit menonjol itu hanya di wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya. Sedangkan untuk di daerah-daerah saya sudah keliling bersama Dirjen PKH Kementan di mana (daging) sapi itu murah-murah yang mana harga daging sapi hanya berkisar Rp100.000 atau Rp105.000. Jumlah sapi di daerah sangat banyak," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra dalam seminar daring di Jakarta, Senin.

Syailendra juga mengingatkan pentingnya Kemendag bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, untuk membuat koloni-koloni komunal untuk industri sapi ini.

"Jadi yang ramai cuma kita yang di sini-sini saja (Jabodetabek dan Bandung Raya), kalau di daerah-daerah InsyaAllah aman," katanya.

Baca juga: Mendag paparkan upaya atasi lonjakan harga daging sapi jelang Ramadan

Berdasarkan neraca ketersediaan daging sapi 2021, Kemendag memperkirakan kebutuhan terhadap daging sapi sekitar 52.156 ton pada Maret, pada April naik sekitar 59.979 ton, sedangkan pada Mei sebanyak 76.769 ton.

Kemendag memproyeksikan sapi-sapi eks bakalan yang kemungkinan masuk melalui Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) bisa mencapai 4.984 ton pada Maret. Kemudian pada April diharapkan dapat masuk 6.491 ton dan pada Mei 8.400 ton.

Sementara itu, pasokan yang berasal dari importir daging direncanakan mencapai 36.754 ton di Maret, pada April sebanyak 13.881 ton dan Mei sebanyak 11.659 ton.

Kemudian, dari penugasan untuk Bulog, Kemendag mendapatkan informasi, pasokan daging sapi akan masuk pada Maret sekitar 2.772 ton, pada April 20.024 ton, dan Mei sebanyak 14.668 ton.

"Untuk (pasokan daging) Mei ini, kita berharap itu akan masuk sebelum Hari Raya Idul Fitri. Kalau sudah lewat Idul Fitri, maka sudah lewat momentumnya," kata Syailendra.

Baca juga: Kementan pastikan stok daging sapi nasional selama Ramadhan cukup

Saat menyusun neraca ketersediaan daging sapi, Kemendag berharap pasokan daging sapi pada Maret bisa mencapai antara 5.000 sampai 10.000 ton untuk membuat psikologi pasar bahwa semua daging sapi tersedia dan harganya terkendali.

"Setelah kami menghitung neraca ini, untuk memenuhi kebutuhan sebesar 52.156 ton pada Maret, supaya terus memberikan psikologis pasar bahwa barang tersedia dengan baik dan harga bisa kita lakukan stabilisasi, maka kami menyampaikan kepada teman-teman di Ditjen PKH Kementan bahwa kita harus menyiapkan sapi potong yang harus dimobilisasi dari lokal," ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri tersebut.

Dalam paparannya, Syailendra juga menyampaikan bahwa potensi sapi siap potong dari 34 provinsi sebanyak 262.737 ekor.

"Kita juga berharap bahwa rencana importasi untuk daging-daging beku harus bisa masuk sesuai dengan jadwal ini, karena kalau tidak akan berpengaruh mengingat ini yang akan membantu dalam menstabilkan harga daging sapi di pasar, termasuk membantu para pelaku usaha," katanya.

Baca juga: Peneliti: Kemitraan RI-Australia solusi mahalnya harga daging sapi

Baca juga: Pemerintah berusaha pulihkan pasokan daging sapi di 2021


 
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021