LIPI: Perlu data ilmiah efikasi vaksin Sinovac pada anak-anak

LIPI: Perlu data ilmiah efikasi vaksin Sinovac pada anak-anak

Ilustrasi - Petugas kesehatan melakukan vaksinasi tetanus difteri (Td) kepada siswa kelas II dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Saraswati 6 Denpasar, Bali, Kamis (5/11/2020). Imunisasi difteri tetanus (DT) dan tetanus difteri (Td) tersebut diikuti 420 siswa kelas I, II dan V untuk pencegahan penyakit Difteri dan Tetanus. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nz

Jakarta (ANTARA) - Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wien Kusharyoto mengatakan perlu data ilmiah untuk memastikan keamanan dan efikasi vaksin Sinovac pada anak-anak.

"Sejauh ini baru ada 'press release' terkait keamanan vaksin dari Sinovac pada anak-anak hingga usia tiga tahun. Masih harus ditunjukkan data ilmiah tentang uji klinis tersebut untuk menunjukkan keamanan dan kemampuan vaksin tersebut dalam memicu respon imun," kata Wien saat dihubungi ANTARA, Jakarta, Senin.

Wien menuturkan apabila data-data yang ditunjukkan memang memenuhi syarat, maka vaksin tersebut dapat diuji lebih lanjut pada uji klinis tahap 3 dengan melibatkan lebih banyak relawan anak-anak untuk memastikan efikasi vaksin pada anak-anak.

Peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI itu menuturkan uji klinis yang telah dilakukan sudah melibatkan beberapa ratus anak, sehingga sudah memenuhi syarat sebagai gabungan uji klinis tahap 1 dan 2.

Hingga saat ini, belum ada vaksin COVID-19 yang bisa digunakan untuk anak-anak.

Baca juga: IDI belum pastikan vaksin Sinovac aman untuk anak-anak

Baca juga: UNICEF dukung vaksinasi Indonesia agar kegiatan anak kembali normal


Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizki Andalusia mengemukakan belum ada informasi terpublikasi mengenai hasil uji klinik vaksin COVID-19 Sinovac untuk kelompok usia 3 hingga 17 tahun.

"Saat ini uji klinik fase I/II dengan melibatkan relawan dengan kelompok usia 3 hingga 17 tahun (anak-anak) sedang berlangsung di China, Negara asal produsen Vaksin Sinovac," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis sore (25/3).

Setelah uji klinik fase 1 dan 2 selesai, maka dilanjutkan ke uji klinik fase 3 untuk memenuhi persyaratan Lembaga Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut Lucia, WHO telah memberikan sejumlah persyaratan sebelum produk vaksin memperoleh izin untuk digunakan secara darurat atau EUA.

"WHO ada persyaratannya untuk suatu vaksin baru mendapatkan izin untuk penggunaan darurat atau EUA. Jadi kita masih menunggu hasilnya," katanya.

Baca juga: Jangan lupa anak-anak juga butuh vaksin

Baca juga: Sejumlah pihak komitmen dukung pelaksanaan imunisasi anak di Jatim


 
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021