Kami membahas persiapan yang hati-hati untuk menghidupkan kembali sektor perjalanan dan pariwisata
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Singapura sedang menjajaki kemungkinan untuk membuka kembali perbatasan kedua negara untuk tujuan pariwisata, pasca pandemi COVID-19.

“Kami membahas persiapan yang hati-hati untuk menghidupkan kembali sektor perjalanan dan pariwisata,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi tentang pertemuannya dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Jakarta, Kamis.

Kerja sama yang tengah coba dieksplorasi antara kedua negara adalah proyek percontohan untuk membuka kembali perbatasan dengan cara yang aman, bertahap, dan hati-hati.

“Sekali lagi, kesehatan dan keselamatan para pelancong dan masyarakat adalah yang terpenting,” tutur Retno.

Menurut Retno, opsi untuk membuka kembali kegiatan pariwisata dengan Singapura mulai dipertimbangkan mengingat penurunan kasus COVID-19 serta kemajuan program vaksinasi di masing-masing negara.

Kepada Menlu Balakrishnan, Retno menyampaikan bahwa hingga saat ini Indonesia telah memvaksin 9 juta penduduknya dan telah mencapai 500 ribu vaksinasi setiap harinya.

Namun, ia menegaskan bahwa tren positif ini “jangan sampai membuat terlena”. Sebaliknya, kedua negara harus bekerja lebih keras untuk dapat “pulih bersama” dari pandemi.

Kemungkinan menghidupkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi, disambut baik oleh Menlu Singapura Vivian Balakrishnan.

Sebagai tetangga dekat Indonesia, Singapura memandang penting penguatan kerja sama dengan Indonesia di berbagai sektor untuk pemulihan pasca pandemi.

“Satu tahun terakhir, dengan adanya COVID-19, telah menjadi periode yang sangat menantang bagi Singapura dan Indonesia. Tetapi saya percaya bahwa kita telah berhasil berkolaborasi, melalui krisis bersama, menyelamatkan nyawa, dan bekerja keras untuk mengurangi dampak ekonomi terhadap rakyat (kedua negara),” kata Balakrishnan.

Menegaskan bahwa Singapura akan terus memelihara hubungan baik dengan Indonesia, Menlu Balakrishnan menyebut bahwa pemimpin kedua negara berencana untuk bertemu secara langsung guna membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor.

“Pertemuan para pemimpin (Singapura dan Indonesia) akan dilanjutkan tahun ini, mereka akan bertemu secara langsung dan memiliki agenda lengkap untuk dibahas,” kata Balakrishnan, tanpa menyatakan kapan tepatnya retret tersebut akan dilakukan.

Sebelumnya sejak Oktober 2020, Indonesia dan Singapura telah memberlakukan pengaturan koridor perjalanan (TCA) antara kedua negara guna memfasilitasi perjalanan dinas dan perjalanan bisnis yang penting.

Langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya kedua negara untuk membangkitkan ekonomi yang tertekan akibat pandemi COVID-19.


Baca juga: Indonesia-Singapura segera dibuka terbatas, jom ke Kepri

Baca juga: Menlu Singapura akan kunjungi Brunei, Malaysia dan Indonesia


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Fardah Assegaf
Copyright © ANTARA 2021