LAPAN bersinergi kembangkan Satelit Orbit Rendah

LAPAN bersinergi kembangkan Satelit Orbit Rendah

Suasana penandatanganan kesepakatan antara LAPAN, Telkomsat dan Telkom University untuk pengembangan dan komersialisasi Satelit Orbit Rendah di Bogor, Kamis (25/3/2021). ANTARA/HO-LAPAN/am.

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Negara (LAPAN) melakukan sinergi dengan Telkomsat dan Telkom University (Tel-U) dalam pengembangan dan komersialisasi Produk Misi Satelit Orbit Rendah.

Sinergi yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan Sekretaris Utama LAPAN Prof Erna Sri Adiningsih dengan Direktur Utama Telkomsat Endi Fitri Herlianto dan Rektor Telkom University Prof Adiwijaya di Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) LAPAN di Rancabungur, Bogor, Kamis, juga dilakukan untuk peningkatan peran pengkajian dan penerapan teknologi dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Erna secara daring mengatakan LAPAN, Telkomsat, dan Tel-U berkeinginan untuk mendayagunakan sumber daya serta kompetensinya dalam perencanaan, pengembangan dan pengujian Satelit Orbit Rendah. Mereka juga sepakat bekerjasama dalam hal pabrikasi, peluncuran, dan operasional Satelit Orbit Rendah.

Selain itu, ia mengatakan kerja sama juga mencakup aspek manajerial dan komersialisasi.

Baca juga: Modifikasi cuaca tak cegah hujan presisten di Jakarta

Baca juga: Menteri: penginderaan jauh bagi kepentingan pertanian dan tata ruang

Kolaborasi antara LAPAN, Telkomsat, dan Tel-U merupakan salah satu upaya untuk membangun ekosistem industri satelit Indonesia di era revolusi industri 4.0. Kolaborasi tersebut juga merupakan upaya bersama untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Keterlibatan industri dan akademisi sangat penting mengingat LAPAN sebagai lembaga penelitian, pengembangan, dan perekayasaan dibatasi berbagai regulasi. Kolaborasi triple helix tersebut diharapkan dapat mengembangkan teknologi satelit berbasis revolusi industri 4.0.

Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, bahwa Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam melimpah harus mampu melakukan penguasaan dan pemanfaatan teknologi secara bijak, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi rakyat di era revolusi industri 4.0. Sudah saatnya Indonesia bergeser dari ekonomi yang berbasis komoditi menuju ekonomi yang berbasis inovasi dan teknologi.

Kerja sama antara LAPAN, Telkomsat, dan Tel-U itu bukanlah yang pertama. Pada 2014 silam LAPAN menjalin kerja sama dengan Telkom University terkait penelitian, pendidikan dan pemanfaatan iptek kedirgantaraan.

Tujuannya untuk membangun dan memperkuat jejaring kemitraan, meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas riset guna menghasilkan inovasi teknologi yang dapat mengatasi permasalahan aktual dalam pembangunan.

Kemudian pada 2018 lalu, LAPAN menjalin kerja sama dengan PT Telkom Indonesia terkait “Sinergi Bidang Telekomunikasi, Informasi,Media, Edutaintment dan Services (TIMES) dengan Teknologi Penerbangan dan Antariksa”. Nota kesepahamannya mencakup penelitian, penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan sains antariksa dan atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, serta penginderaan jauh untuk mendukung layanan TIMES.

Selain itu, pengkajian di bidang keantariksaan, komersialisasi produk, dan fasilitas LAPAN serta pemanfaatan layanan TIMES untuk kebutuhan LAPAN dan mitra LAPAN juga tercakup dalam nota kesepahaman.*

Baca juga: Siklon tropis menghindarkan Jawa bagian barat dari hujan ekstrem

Baca juga: Lapan: PT DI siap produksi pesawat N219 mulai 2021

Pewarta : Virna P Setyorini
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021