Wapres: Masyarakat Ekonomi Syariah jadi motor penggerak UMK

Wapres: Masyarakat Ekonomi Syariah jadi motor penggerak UMK

Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin pada acara Webinar Nasional “Branding Ekonomi Syariah Indonesia: Menuju Pusat Ekonomi Syariah Dunia” di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Rabu (10/3/2021). ANTARA/NN, BPMI – Setwapres/pri. (ANTARA/NN, BPMI – Setwapres) (ANTARA/NN, BPMI – Setwapres)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma'ruf Amin meminta kemitraan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan usaha mikro kecil untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan ketahanan umat.
 
"Saya minta untuk merintis kemitraan antara usaha mikro dan kecil dengan usaha besar. MES perlu membangun pusat-pusat inkubasi di sejumlah daerah dalam rangka penyemaian tumbuh dan berkembangnya pengusaha dalam berbagai tingkatan," kata Wapres Ma'ruf Amin saat melantik Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah di Jakarta, Senin.
 
Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah dijabat oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk rentang waktu 2021-2023.

Baca juga: Wapres: Indonesia seharusnya mampu jadi pusat ekonomi syariah dunia
 
Selain Erick Thohir, sejumlah menteri dan pejabat negara juga turut dilantik sebagai Badan Pengurus Pusat Harian Masyarakat Ekonomi Syariah, antara lain Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi.
 
Selanjutnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi.
 
"Semoga pengurus MES yang baru saja dilantik bisa mengantarkan kejayaan ekonomi syariah di Indonesia," kata Ma'ruf Amin yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah.
 
Lebih lanjut Ma'ruf menyampaikan bahwa mewujudkan cita-cita pembangunan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua pihak saja, melainkan harus berjamaah melalui gotong royong dan saling tolong menolong.

Baca juga: Wapres: Industri halal Indonesia targetkan pasar muslim menengah
 
Dia menyampaikan beragam persoalan yang mesti dihadapi Masyarakat Ekonomi Syariah mulai dari tantangan terkait Islam yang masih dipandang sebagai agama konflik dan kekerasan; adanya berbagai upaya membenturkan keislaman dengan kebangsaan, sains teknologi, serta keumatan.
 
"Masih ada fenomena Islam phobia terutama di Amerika Serikat dan Eropa. Kondisi sosial dan ekonomi umat masih jauh dari harapan," kata Ma'ruf Amin.
 
Dalam kondisi sosial, tambah Ma'ruf, kesenjangan ekonomi dirasakan kian melebar akibat kegiatan ekonomi yang melambat dampak pandemi COVID-19.
 
Pembangunan ekonomi yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan tingkat literasi masyarakat dalam mengakses sumber daya ekonomi, termasuk pengetahuan terhadap ekonomi dan keuangan syariah juga masih rendah.
 
Di sisi lain, berbagai upaya pemberdayaan ekonomi umat oleh organisasi-organisasi Islam masih tertatih-tatih dan terkendala terbatasnya sumber daya termasuk permodalan.
 
"Kehadiran MES harus bisa lebih dirasakan di tengah-tengah masyarakat dan turut aktif menyediakan solusi atas berbagai permasalahan tersebut. MES sebagai organisasi keumatan diharapkan senantiasa konsisten menjadi lokomotif pengembangan ekonomi syariah di Indonesia yang diharapkan bisa lebih luas dan membumi menyentuh umat secara langsung," pesan Ma'ruf Amin.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021