Upie Guava sebut film "Kemarin" dokudrama pertamanya yang menantang

Upie Guava sebut film

Tangkapan layar Sutradara Upie Guava yang mengarahkan film dokudrama "Kemarin" dalam konferensi pers daring penayangan film “Kemarin” versi Director’s Cut, Kamis (18/3/2021) (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Sutradara Upie Guava yang menggarap film “Kemarin” menyebutkan film itu adalah dokudrama yang pertama dia garap, dan merupakan film yang cukup menantang baginya.

Ia yang terbiasa menggarap film bergenre fiksi tak terbiasa menciptakan film yang tujuan akhirnya belum memiliki titik terang.

“Awalnya saya nggak tau ujung dari film ini. Karena kita tidak mau mengangkat tragedi yang dialami (Band Seventeen). Kita benar- benar menguak hikmah dibalik kejadian itu untuk Seventeen ke depannya. Dibantu juga dengan scriptwritter ya berjalan dengan baik,” kata Upie dalam konferensi pers daring penayangan film “Kemarin” versi Director’s Cut, Kamis.

Ia mengatakan butuh waktu sekitar setahun untuk merampungkan dan mengumpulkan seluruh materi untuk film “Kemarin”.

Baca juga: Mahakarya Inc tak menyangka "Kemarin" jadi film layar lebar

Baca juga: Ifan Seventeen harapkan film "Kemarin" bukan jadi pengingat tragedi


Melalui film itu pun Upie mengalami hal- hal baru yang menurutnya memberi efek positif sekaligus “healing moment” dalam setiap wawancara yang dijalaninya.

Dalam beberapa pengambilan reka adegan pun Upie merasa ada banyak hal-hal baru yang ditemukannya terutama terkait pemahaman soal takdir.

"Ada semacam pencerahan, terutama dari sisi spiritual. Kita yang melakukan reka adegannya pun ikut healing di dalam film ini. Kita berproses bersama- sama,” kata Upie.

Karya garapannya itu mendapatkan hasil yang manis karena mendapatkan lima nominasi Piala Maya dan lagu “Kemarin” yang menjadi soundtrack di film itu memenangkan penghargaan sebagai Lagu Tema Terbaik dalam gelaran ke sembilan Piala Maya.

Kini dengan kehadiran versi Director’s Cut yang akan tayang di Bioskop Online pada Jumat (19/3) hingga Minggu (21/3), Upie berharap semakin banyak orang yang tercerahkan dan mendapatkan manfaat baik dari karya buatannya itu.

“Harus ditonton pakai headset. Dalam film ini saya mencoba memahami konsep keseimbangan. Selain itu ini adalah karya hasil amanat dari kawan- kawan yang telah mendahului kita, harapannya mempermudah kita memahami takdir dan banyak hal lainnya,” kata Upie.

Baca juga: Film "Kemarin" versi director's cut tayang di Bioskop Online 19 Maret

Baca juga: Kisah perjalanan band Seventeen diabadikan dalam film "Kemarin"

Baca juga: Dokumenter drama "Kemarin" dari band Seventeen tayang 3 Desember

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021