Dirtipidsiber Bareskrim Polri jelaskan esensi 'Badge Awards'

Dirtipidsiber Bareskrim Polri jelaskan esensi 'Badge Awards'

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi. ANTARA/HO-Polri/am.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi menjelaskan esensi dari pemberian lencana atau Badge Awards kepada masyarakat yang aktif melaporkan dugaan tindak pidana di media sosial.

"Semangatnya itu kami mau sama-sama memberi ruang untuk saling mengingatkan, kan ada mitra Polri bidang online. Semangat mitra Polri di dunia maya," kata Slamet di Mabes Polri, Kamis.

Slamet menjelaskan Badge Awards diberikan kepada masyarakat yang memberikan informasi tentang dugaan tindak pidana yang terverifikasi, khususnya untuk kasus yang tidak terungkap.

Lencana tidak berikan begitu saja setelah pelaporan tetapi ada tahapan proses yang dilalui oleh Polri. Setelah laporan diverifikasi dan hasil verifikasinya benar ada pelaku tindak pidana, polisi melakukan sidik.

Setelah disidik, perkara itu memenuhi beberapa keterangan ahli dan dipidanakan, barulah lencana "Badge Award" diberikan kepada pelapor.

Baca juga: Ketua DPD minta perbankan sosialisasi kewaspadaan atas kejahatan siber

"Setelah putus (pengadilan), baru kami kasih digital badgenya. Itu bentuk penghargaan kami kepada pemberi informasi," kata Slamet.

Untuk jenis kasus, lanjut Slamet, tidak hanya ujaran kebencian dan hoaks, tetapi juga kejahatan konvensional lainnya.

Ia mencontohkan pelapor soal pemukulan anak di Depok, pelapor masuk nominasi untuk mendapatkan Badge Awards.

"Badge Awards untuk kasus-kasus menonjol yang menjadi perhatian masyarakat," kata Slamet.

Slamet mengatakan pihaknya menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Pelapor dapat mengirimkan laporannya lewat pesan langsung (direct message), sosial media Instagram Siber Polri @ccicpolri.

Baca juga: Virtual Police temukan konten ujaran kebencian terbanyak di Twitter

Ia juga memastikan Badge Awards tidak akan diberikan kepada orang yang memberikan laporan yang tidak benar atau tidak terverifikasi.

"Orang tersebut justru kami blacklist," kata Slamet.

Slamet menambahkan melalui Badge Awards, Polri ingin memunculkan pahlawan-pahlawan di masyarakat.

Pemberian Badge Awards baru berupa wacana yang digagas oleh Siber Polri merupakan program kerja 100 hari Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Kemunculan wacana Badge Awards pertama kali melalui unggahan akun instagram Siber Polri @ccicpolri. Wacana tersebut mendapat respon dari kalangan masyarakat dan pemerhati kepolisian.

Baca juga: Anak-anak menjadi sasaran pelaku kejahatan seksual di dunia maya
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021