Guardiola sebut tak realistis bicarakan peluang caturgelar City

Guardiola sebut tak realistis bicarakan peluang caturgelar City

Manajer Manchester City Pep Guardiola saat mendampingi timnya menghadapi Fulham dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Craven Cottage, London, Inggris, Sabtu (13/3/2021). (ANTARA/REUTERS/POOL/Adam Davy)

Jakarta (ANTARA) - Manajer Manchester City Pep Guardiola menyatakan tidak realistis untuk membicarakan peluang timnya meraih caturgelar musim ini, kendati timnya masih berpeluang menjuarai empat kompetisi yang mereka ikuti.

City saat ini memimpin klasemen sementara Liga Premier Inggris dengan jarak keunggulan 14 poin atas pesaing terdekat, Manchester United, atau hanya butuh kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara.

Di kompetisi piala domestik, tim besutan Guardiola juga sudah menjejaki final Piala Liga Inggris menghadapi Tottenham Hotspur pada 25 April serta akan menjalani babak perempat final Piala FA menghadapi Everton akhir pekan ini.

Sedangkan di Liga Champions, pada Selasa (16/3) besok, City akan melakoni leg kedua babak 16 besar melawan wakil Jerman Borussia Moenchengladbach dengan bekal keunggulan 2-0 dari kemenangan leg pertama.

Jika semua berjalan lancar, Guardiola akan membimbing City jadi klub Inggris pertama yang pernah menorehkan catatan caturgelar tersebut, tetapi pelatih asal Spanyol itu menilai peluang itu masih jauh dari kenyataan, terlebih dengan kondisi musim ini.

Baca juga: Gol perdana Aguero bantu Manchester City lumat Fulham

"Caturgelar tak pernah terjadi sebelumnya dan saya pikir itu tidak akan terjadi musim ini dengan situasi yang ada," kata Guardiola dilansir Reuters, Senin.

Guardiola sendiri sudah berhasil membuat City jadi tim pertama yang menyapu bersih trigelar domestik Inggris dengan menjuarai Liga Premier, Piala FA dan Piala Liga pada 2018/19.

Di Inggris, hanya MU yang pernah meraih trigelar dengan lintas gelar kontinental lewat menjuara Liga Champions, Liga Premier dan Piala FA pada 1998/99.

Menurut Guardiola skuadnya saat ini berbeda dengan skuad yang meraih trigelar domestik 2018/19, yang sebelum mencapai raihan itu sudah memiliki rekam jejak berbagai trofi.

Baca juga: Manchester City tantang Tottenham di final Piala Liga usai lewati MU

Salah satu pembeda utama adalah mantan kapten Vincent Kompany yang sudah pergi dari City dua musim lalu, juga David Silva yang meninggalkan Etihad akhir musim kemarin.

Oleh karena itu bagi Guardiola yang terpenting adalah tetap berkonsentrasi dengan tantangan yang ada di hadapan mata City ketimbang memikirkan peluang muluk-muluk.

"Saat ini (tim ini) dalam kondisi lebih buruk dibanding sebelumnya, karena tim sebelumnya sudah memenangi banyak gelar, sedangkan tim ini belum memenangi apa pun," katanya.

"Kami divalidasi berdasarkan trofi yang bisa kami menangi. Tim sebelumnya sudah memenangi trofi. Tim ini masih perlu membuktikan diri," ujar Guardiola menambahkan.

Baca juga: Laga leg kedua Manchester City vs Monchengladbach dipindah ke Budapest
Baca juga: Terus dikaitkan dengan Barcelona, Sergio Aguero akhirnya buka suara
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021