Indonesia - Singapura bangun 'tiga jembatan' guna perkokoh eksistensi

Indonesia - Singapura bangun 'tiga jembatan' guna perkokoh eksistensi

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing (kiri) dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kanan) saling bertukar dokumen ratifikasi perjanjian investasi bilateral, dalam acara yang berlangsung virtual pada Selasa (9/3/2021). ANTARA/HO-Kemlu RI/aa.

JAKARTA (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Singapura berkomitmen untuk melanjutkan penguatan kerjasama ekonomi bilateral antar kedua negara dengan membangun ‘tiga jembatan’ yang diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura sekaligus memperkokoh eksistensi kedua negara di kawasan ASEAN dan Internasional.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan antar petinggi kedua negara yang digelar secara virtual, Jum’at, menyebutkan ketiga jembatan dimaksud adalah jembatan digital, jembatan infrastruktur dan jembatan travel bubble.

“Jembatan digital Indonesia dan Singapura diharapkan dapat terwujud dengan keberadaan Batam sebagai pusat pengembangan data center dan pusat pengembangan industri digital di Indonesia,” ujar Airlangga.

Baca juga: Dubes: "Travel bubble" RI- Singapura diharapkan pulihkan pariwisata

Sebagaimana diketahui, lanjut Menko, pada tanggal 2 Maret 2021 telah diresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park di Batam yang diharapkan akan menjadi entry point bagi perusahaan teknologi informasi internasional dari Singapura dan mancanegara.

“KEK Nongsa Digital Park ini diharapkan dapat menghemat devisa negara dalam bisnis digital hingga Rp20 – 30 triliun per tahun dengan kontribusi terbesar dari sektor data center dan pendidikan internasional. Singapura dan Indonesia juga akan mengutamakan kerjasama pelatihan untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis teknologi informasi,” ungkapnya.

Sementara untuk jembatan infrastruktur akan dimulai dengan pembangunan jembatan Batam – Bintan atau jembatan Babin sepanjang 6,4 km pada tahun 2022 yang diharapkan akan meningkatkan konektivitas dari Bintan dan Batam ke Singapura maupun sebaliknya.

Baca juga: Pebisnis Singapura antusias pada proyek pariwisata Indonesia

Nantinya, jembatan Batam – Bintan ini akan memiliki row jalan 100 meter dan dibagi dalam tiga trase, yaitu trase Pulau Batam, trase Pulau Tanjungsauh dan trase Pulau Bintan.

“Keberadaan jembatan ini akan memudahkan pelaku usaha di Bintan untuk mengirimkan produk pertaniannya ke Batam untuk selanjutnya di ekspor ke Singapura atau ke negara lain,” jelas Airlangga.

Sedangkan pembangunan jembatan travel bubble, ungkap dia, di mulai dengan disepakatinya travel arrangement antara Singapura dengan kawasan Batam – Bintan – Karimun (BBK). Nantinya, para pebisnis dan turis dimungkinkan untuk bepergian secara bebas dari kawasan BBK - Singapura dan sebaliknya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Seperti arahan Presiden Joko Widodo, di masa sulit seperti saat ini, negara ASEAN harus terus menunjukkan solidalitasnya dengan berkolaborasi dan saling membantu, termasuk di dalamnya adalah meningkatkan kerjasama di bidang pariwisata,” ungkap Menko Airlangga.

Selain itu, Menko Airlangga mengapresiasi komitmen investasi Singapura ke Indonesia yang pada tahun lalu mencapai 9,8 miliar dolar AS, meningkat 34 persen jika dibandingkan 2019.

“Investasi Singapura pada tahun lalu mencapai rekor tertinggi dalam 6 tahun terakhir, dan ini menunjukkan hubungan yang sangat baik antara kedua negara,” imbuhnya.

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021