Dubes Jerman sambut baik ketibaan vaksin COVAX di Indonesia

Dubes Jerman sambut baik ketibaan vaksin COVAX di Indonesia

Tangkapan layar: Duta Besar Jerman untuk Indonesia Peter Schoof dalam sebuah webinar, Selasa (8/12/2020). ANTARA/Suwanti.

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Jerman untuk Indonesia Peter Schoof menyambut baik kiriman pertama vaksin AstraZeneca melalui mekanisme berbagi vaksin global, COVAX, di Indonesia pada Senin (8/3).

Kiriman pertama 1,1 juta dosis vaksin tersebut termasuk dari total 11,7 juta dosis vaksin AstraZeneca dari COVAX yang akan dikirimkan ke Indonesia hingga Mei 2021.

“Lebih banyak (vaksin) akan datang. Jerman bangga menjadi salah satu donor terbesar COVAX dengan kontribusi (total) lebih dari 2,2 miliar euro (Rp 37,7 triliun). Tidak ada yang aman hingga semua orang aman,” kata Dubes Schoof dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Rabu.

Schoof menuturkan, pengiriman vaksin COVAX ke Indonesia hanya permulaan dari operasi pengadaan dan penyediaan vaksin terbesar dalam sejarah global.

Baca juga: Inilah yang perlu Anda ketahui tentang virus corona sekarang
Baca juga: Biden janjikan Rp56,3 triliun untuk COVAX

Sasaran utama COVAX untuk akhir 2021 adalah pengadaan dan penyediaan 2 miliar vaksin untuk seluruh negara yang ikut serta dalam Fasilitas COVAX.

Meyakini bahwa pandemi hanya bisa dilalui dengan upaya pengendalian di seluruh dunia, Jerman sejak awal memilih untuk berfokus pada penemuan aksi gabungan melawan pandemi yang dibangun dengan solidaritas.

“Kuncinya adalah menjamin akses global dengan harga terjangkau terhadap alat deteksi infeksi, obat-obatan untuk penanganan penyakit, dan yang paling utama vaksin untuk pencegahan,” kata Schoof.

Selain kontribusi sebesar 2,2 miliar euro (Rp37,7 triliun) untuk COVAX, Jerman juga telah berkontribusi sebesar 600 juta euro (Rp10,3 triliun) untuk skema Access to COVID-19 Tools Accelerator (ACT-Accelerator) pada akhir tahun lalu.

Pada akhir Februari 2021, Jerman menambahkan dana sebesar 1,5 miliar euro (Rp25,7 triliun) untuk ACT-Accelerator. Sebagian besar dana akan disalurkan untuk COVAX, dan sebagian akan digunakan untuk alat diagnostik dan obat-obatan untuk penanganan COVID-19.

Dana tersebut akan membantu COVAX mengadakan vaksin dalam jumlah lebih banyak, mengedarkannya, dan mendukung kemajuan dalam penelitian vaksin terkait mutasi virus.

Jerman menilai penyediaan vaksin adalah kunci dalam upaya melawan COVID-19. Dalam hal ini, Fasilitas COVAX yang dipimpin oleh Aliansi Vaksin (GAVI), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan aliansi penelitian CEPI bertanggung jawab atas pengadaan dan pengedaran vaksin secara adil.

Berbagai negara di dunia menggunakan fasilitas itu untuk membeli dua juta dosis vaksin secara bersamaan dan mengedarkannya secara adil, sehingga sebagai permulaan 20 persen populasi global, terutama pekerja medis dan kelompok berisiko tinggi, dapat menerima vaksin.

Baca juga: UNICEF dukung vaksinasi Indonesia agar kegiatan anak kembali normal
Baca juga: WHO apresiasi kepemimpinan Indonesia dorong kesetaraan akses vaksin

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021