Mulai 2021/2022, UMI Makassar buka kelas internasional

Mulai 2021/2022, UMI Makassar buka kelas internasional

Wakil Rektor (WR) I UMI Makassar Dr Hanafi Ashad, MT (kiri) dan WR V Prof Dr Hatta (kanan) memberikan keterangan terkait kelas internasional UMI di Makassar, Jumat,(5/3/2021). ANTARA/Abd Kadir.

Makassar (ANTARA) - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan,  fokus melebarkan sayap, salah satunya dengan membuka kelas internasional untuk tahun akademik (TA) 2021/2022.

Rektor UMI Prof Dr Basri Modding di Makassar, Jumat, mengatakan kebijakan pembukaan kelas internasional pada TA 2021/2022 berdasarkan kebutuhan dan perkembangan zaman.

"Mulai tahun 2021/2022, UMI akan membuka kelas internasional. Ini juga sesuai masukan masyarakat, apalagi ini merupakan prasyarat kampus untuk maju dan terdepan," katanya.

Ia menjelaskan kelas internasional ini berlaku bagi mahasiswa dari luar negeri dan mahasiswa dalam negeri.

Khusus dalam negeri yang bisa mengikuti, kata Basri Modding, yaitu hanya mahasiswa UMI yang telah melewati tiga semester masa perkuliahan serta berbagai kriteria yang telah ditentukan, termasuk menghindari putus kuliah (dropout/DO) yang tentu merugikan mahasiswa.

Wakil Rektor I UMI Dr Hanafi Ashad, MT menambahkan bahwa dibukanya kelas internasional tentunya sebagai upaya agar mahasiswa saat lulus bisa bekerja, khususnya di luar negeri karena sudah punya pengalaman dan kemampuan.

Adapun empat program studi (prodi) yang membuka kelas internasional itu, yakni manajemen, akuntansi (Fakultas Ekonomi UMI) ilmu hukum (Fakultas Hukum) dan farmasi (Fakultas Farmasi).

Wakil Rektor V Prof Dr Hatta Fattah mengatakan program kelas internasional ini dirancang secara khusus yaitu dengan kurikulum yang berbasis internasional.

Menurut dia yang terpenting dalam program itu mahasiswa harus memiliki pengalaman internasional sehingga mahasiswa wajib mengikuti program di luar negeri.

"Seleksi untuk kelas internasional,ada sifatnya khusus, utamanya bahasa. Kami memilih bahasa Inggris, jadi setelah lolos, kami akan interview kesiapan mahasiswa soal bahasa, ataupun infrastruktur," demikian Hatta Fattah.

Baca juga: UMI siapkan kuota 4.500 mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin terima gelar Doktor Kehormatan dari UMI Makassar

Baca juga: FK UMI-AMDA Indonesia kirim 15 dokter dan mahasiswa ke Sulbar

Baca juga: UMI padukan konsep merdeka belajar Mendikbud dan internal

 
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021