Wali Kota Jakut ingin sinergi bina generasi muda di bidang olah raga

Wali Kota Jakut ingin sinergi bina generasi muda di bidang olah raga

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mendapatkan cenderamata berupa baju seragam dari Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jakarta Utara Rachmat Roganda di kantornya, di Jakarta, Kamis (4/3/2021). ANTARA/Abdu Faisal/am.

Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim ingin bersinergi dalam pembinaan generasi muda di bidang olah raga diantaranya dengan Asosiasi PSSI  Jakarta Utara.

"Kita ingin majukan Persitara (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta Utara)," kata Ali usai beraudiensi dengan pengurus Asosiasi PSSI  Jakarta Utara di Jakarta, Kamis.

Dalam audiensi tersebut, Maulana mengungkapkan tengah mencari cara mensinergikan program olah raga sepak bola dengan program di tingkat kota supaya tercapai tujuan pembinaan generasi muda yang unggul dengan prestasi yang terukur.

Baca juga: Persitara diharapkan tetap jadi kebanggaan warga "Pesisir" Jakarta

"Audiensi dengan Asosiasi PSSI Kota Jakut terkait dengan program-program ke depan, mensinergikan dengan program tingkat kota," ujar Maulana.

Berdasarkan pantauan Antara, salah satu topik pembicaraan dalam audiensi tersebut adalah mengenai prestasi Persitara, klub kebanggaan warga Jakarta Utara.

Wali Kota Jakarta Utara mulanya berdiskusi dengan pengurus Askot PSSI Jakarta Utara mengenai program-program pembinaan generasi muda.

Baca juga: Polisi kembangkan pelaku bentrokan suporter Persitara

Namun kemudian pembicaraan masuk ke strategi penyesuaian latihan dengan protokol kesehatan di masa pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) mikro yang diterapkan di Ibu Kota.

Ketua Askot PSSI Jakarta Utara Rachmat Roganda mengatakan kepada wartawan jika pihaknya memang tengah berupaya melakukan konsolidasi, rekonsiliasi, dan pembenahan-pembenahan.

"Pembenahan-pembenahan mulai tahap pembinaan, di Persitara-nya, di Sekolah Sepak Bola (SSB)-nya, maupun suporternya, itu akan coba kami benahi lagi. Kami kumpulkan lagi agar bisa mencapai prestasi yang lebih baik di tingkat nasional," kata Roganda.

Roganda mengatakan, sebelum pandemi, Askot PSSI Jakarta Utara melakukan pembinaan generasi muda, khususnya usia di bawah 23 tahun, dalam ajang Turnamen Prakompetisi yang diikuti oleh klub-klub sepakbola amatir tingkat Jakarta Utara.

Baca juga: Kalteng Putra bungkam Persitara 3-0

Roganda mengatakan bahwa Jakarta Utara memiliki 37 klub sepak bola amatir. Ia menilai ajang yang diadakan Askot PSSI Jakarta Utara bisa dijadikan ajang pencarian bakat (talent scouting) bagi klub Persitara.

Selain itu di Jakarta Utara, kata Rachmat, ada potensi sumber daya lain seperti 20 sekolah sepak bola, 57 pelatih kepala (head coach) sepak bola, 39 orang wasit dan enam buah stadion sepak bola di Jakarta Utara seperti stadion di Rawa Badak, Rawa Tugu, dan Muala Kamal.

Saat ditemui wartawan usai acara audiensi, Maulana tampak antusias melanjutkan lagi diskusi dengan pengurus Askot PSSI Jakarta Utara itu ke depannya.

"Kami akan melanjutkan diskusi lagi ke depannya, terkait peningkatan-peningkatan dan beberapa sarana dan prasarana yang butuh didiskusikan. Terkait peningkatan-peningkatan fasilitas dan sebagainya," kata Maulana kepada wartawan usai acara.
Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021