Herry IP arahkan ganda putra bulu tangkis senior gembleng junior

Herry IP arahkan ganda putra bulu tangkis senior gembleng junior

Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, dan Muhammad Rian Ardianto menjalani latihan hari kedua di Impact Arena Bangkok, Kamis, jelang pelaksanaan kejuaraan berkelas BWF 1000 Thailand Open 2021 pekan depan. ANTARA/HO-PP PBSI/aa. (Handout PP PBSI)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih ganda putra timnas bulu tangkis Herry Iman Pierngadi beberkan cara untuk mengembangkan permainan atlet pelapis muda ialah dengan melibatkan atlet senior untuk menggembleng selama fase latihan.

Menurut pelatih berusia 58 tahun ini, teknik dan mental atlet muda akan lebih cepat terbentuk jika turut disisipi latihan bersama ganda putra senior yang sudah punya banyak pengalaman.

"Senior sekarang juga harus ikut menggembleng yang pelapis muda. Mereka bisa tahu rasanya bertanding dengan pebulu tangkis kelas atas karena gaya main senior kan berbeda, selain itu biar junior ini ada rasa diperhatikan dari yang senior," tutur Herry melalui diskusi virtual di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Herry IP evaluasi ganda putra muda per babak di Swiss Open

Pola latihan seperti tersebut berbeda dari sebelumnya, katanya melanjutkan, karena cara ini dinilai lebih efektif membentuk karakter permainan atlet junior dibandingkan jika hanya mengandalkan arahan dari tim pelatih.

Terlebih karakter permainan atlet muda biasanya belum solid dan masih mencari gaya permainan yang pas, sehingga akan lebih pas jika dihadapkan langsung dengan gaya permainan pebulu tangkis senior.

"Pemain muda masih banyak PR-nya, masih banyak yang perlu diperbaiki. Beda dengan yang senior, mereka sudah matang dan mainnya solid," pungkas Herry.

Baca juga: Tak mau gagal lagi, Fajar Alfian akan lebih fokus di All England 2021

Selain mengajari teknik, atlet muda juga akan dilatih berkomunikasi atau berkoordinasi di lapangan, baik antar atlet maupun dengan pelatih.

Komunikasi yang tidak baik kerap menimbulkan kesalahan persepsi di lapangan, yang berdampak pada pengaturan strategi permainan.

Hampir 30 tahun mengasuh atlet Pelatnas PBSI Cipayung, Herry kerap menemukan kendala dalam komunikasi dengan atletnya di lapangan.

"Dukanya sebagai pelatih kadang kalau komunikasi tidak nyambung, itu masalah. Pelatih maunya seperti ini tapi atlet malah bertindak lain, seperti ini kita yang rugi," ungkapnya.

Oleh sebab itu ia berharap aspek komunikasi yang baik bisa dikuasai atlet pelapis muda sehingga tidak ada lagi kesalahan persepsi saat menjalani laga turnamen.

Baca juga: Bagas/Fikri langsung adaptasi lapangan setibanya di Swiss
Baca juga: IOC setujui sistem baru kualifikasi bulutangkis untuk Olimpiade Tokyo
Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021