Kemarin, kakek lima kali ditangkap polisi hingga PBNU apresiasi Jokowi

Kemarin, kakek lima kali ditangkap polisi hingga PBNU apresiasi Jokowi

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, saat menunjukan foto dua DPO MIT Poso yang tewas akibat kontak tembak dengan aparat TNI/Polri pada Selasa (2/3/2011). Foto ANTARA/ HO.

Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa bidang hukum terjadi di Indonesia pada Selasa (2/3), mulai dari seorang kakek lima kali ditangkap polisi karena diduga jadi bandar sabu hingga Lakpesdam PBNU apresiasi Jokowi cabut Perpres terkait investasi miras. Berikut sajian berita bidang hukum yang dirangkum LKBN ANTARA.

1. Seorang kakek lima kali ditangkap polisi, diduga jadi bandar sabu

Seorang kakek berinisial KS ditangkap di kediamannya di Kelurahan Kota Besi Hilir, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, karena diduga merupakan bandar narkoba jenis sabu-sabu.

Selengkapnya baca di sini

2. Satu dari dua DPO tewas adalah putra mantan pimpinan MIT Poso

Satu dari dua orang Daftar Pencarian Orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang tewas setelah kontak tembak dengan Satgas TNI/Polri pada Senin (1/3), adalah putra dari Santoso, mantan pimpinan MIT Poso.

Selengkapnya baca di sini

3. Densus 88 kembali tangkap seorang terduga teroris di Surabaya

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali melakukan penangkapan terhadap seorang terduga teroris di Surabaya, Senin (1/3) sore.

Selengkapnya baca di sini

4. Dua teroris Poso tewas dalam kontak tembak.

Dua orang Daftar Pencarian Orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur Poso dilaporkan tewas, setelah kontak tembak dengan Satuan tugas Madago Raya, pada Senin (1/3) sekitar pukul 16:30 Wita.

Selengkapnya baca di sini

5. Lakpesdam PBNU apresiasi Jokowi cabut perpres terkait investasi miras

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo mencabut Lampiran III Perpres Nomor 10 Tahun 2021 terkait dengan pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras.

Selengkapnya baca di sini

 
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021