IOC setujui sistem baru kualifikasi bulutangkis untuk Olimpiade Tokyo

IOC setujui sistem baru kualifikasi bulutangkis untuk Olimpiade Tokyo

Ilustrasi - Bulu Tangkis. ANTARA FOTO/Maha Eka Swasta.

Jakarta (ANTARA) - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengonfirmasi bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah menyetujui sistem baru kualifikasi cabang olahraga tersebut untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Dalam laman resminya, BWF memastikan bahwa Singapore Open yang berlangsung pada 1-6 Juni akan menjadi turnamen terakhir kualifikasi Olimpiade Tokyo.

Selain itu, BWF akan menggunakan daftar peringkat teratas Race to Tokyo, yang berakhir pada 15 Juni 2021, untuk menentukan para pemain yang dinyatakan lolos kualifikasi.

Baca juga: Panpel Olimpiade Tokyo tambah perempuan dalam dewan hingga 42 persen

BWF membagi jadwal kualifikasi ke dalam dua periode.

Periode pertama telah selesai, dimulai pada 29 April 2019 dan berakhir pada 15 Maret 2020. Sedangkan periode kualifikasi kedua dibuka pada 4 Januari 2021 hingga 13 Juni 2021.

Untuk periode kualifikasi kedua, terdapat 23 turnamen yang bakal digelar, terdiri dari tujuh turnamen grade 2, 13 turnamen grade 3, serta tiga turnamen kontinental perorangan.

Terkait kuota atlet, BWF telah menetapkan 172 tempat untuk lima sektor. Terdiri dari 164 slot (masing-masing 82 putra dan putri), dua jatah bagi tuan rumah, dan enam tempat undangan.

Adapun jumlah atlet per Komite Olimpiade Nasional (NOC) adalah delapan putra dan putri.

Untuk sektor tunggal, baik putra maupun putri, masing-masing mendapat jatah 38 pemain. Sedangkan sektor ganda putra, putri, dan campuran masing-masing ada 32 pemain atau 16 pasangan.

Baca juga: Tak mau gagal lagi, Fajar Alfian akan lebih fokus di All England 2021

Setiap NOC hanya boleh mengirimkan dua wakilnya untuk setiap nomor pertandingan. Mereka adalah para pemain yang masuk ranking 16 besar Race to Tokyo untuk nomor tunggal atau delapan besar untuk nomor ganda.

Setelah kualifikasi berakhir, BWF selanjutnya akan merilis daftar atlet yang lolos pada 15 Juni 2021.

BWF juga akan mengumumkan kepada setiap NOC terkait penempatan kuota yang akan dialokasikan pada 18 Juni. NOC diberi waktu satu pekan untuk mengonfirmasi keikutsertaan atletnya.

Jika ada slot kosong, BWF akan menunjuk pengganti untuk mengisi slot tersebut.

Proses pemenuhan kuota direncanakan selesai pada 5 Juli bersamaan dengan batas waktu pendaftaran para pebulu tangkis ke Olimpiade Tokyo.

Baca juga: Menpora targetkan Indonesia tembus 10 besar di Olimpiade 2032

Hingga kini, Indonesia telah mengamankan enam wakilnya ke pesta olahraga empat tahunan yang tahun ini digelar pada 23 Juli.

Seturut ranking BWF Race to Tokyo, keenam wakil tersebut adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Kevin Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Sementara itu, Gregoria Mariska Tunjung dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja masih harus berjuang keras untuk mengamankan posisinya.

Pasalnya, posisi Gregoria yang berada di peringkat ke-15 dan Hafiz/Gloria di peringkat kedelapan rentan tergeser oleh pemain yang berada di bawahnya.

Cabang bulu tangkis Olimpiade Tokyo akan digelar di Musashino Forest Sports Plaza pada 24 Juli-2 Agustus.

Baca juga: Jepang izinkan kedatangan atlet asing mulai Maret
Baca juga: KOI lanjutkan dialog bidding tuan rumah Olimpiade 2032 dengan IOC

Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021