BPJS Kesehatan fokus tingkatkan layanan dengan urai antrean

BPJS Kesehatan fokus tingkatkan layanan dengan urai antrean

Tangkapan layar - Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti (kiri) bersama Ketua Dewas BJPS Kesehatan Achmad Yurianto (kanan) dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (2/3/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan direksi yang baru akan fokus dalam peningkatan kualitas layanan salah satunya dengan mengurai antrean di fasilitas kesehatan.

"Kita ingin meningkatkan kualitas layanan, customer journey, dengan fokus mengurangi antrean," kata Ali Ghufron dalam konferensi pers virtual yang dipantau dari Jakarta pada Selasa.

Menurut Ali Ghufron, salah satu cara untuk melakukan hal tersebut dengan membangun dan menguatkan inovasi sistem manajemen informasi online atau daring.

Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan umumkan formasi anggota Direksi 2021-2026

Menurutnya ada tiga pihak yang berperan dalam kesuksesan hal tersebut yaitu BPJS Kesehatan dengan Dewan Pengawas, fasilitas layanan kesehatan dan Kementerian Kesehatan, serta masyarakat secara umum.

Dia menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan mengembangkan inovasi daring itu, yang akan digunakan oleh fasilitas layanan kesehatan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan masyarakat yang menggunakannya setelah dilakukan sosialisasi.

Targetnya sudah jelas, tegas Ali Ghufron, yaitu mengurangi waktu tunggu layanan bagi peserta BPJS Kesehatan.

"Jadi dengan sistem inovasi itu, katakanlah dengan HP, dia bisa tahu kapan kira-kira layanan mau diberikan, sehingga bisa dihitung perjalanan dari rumah berapa lama. Tapi itu perlu edukasi publik," tegasnya.

Dia juga mempertimbangkan inovasi pengenal wajah dengan teknologi artificial intelligence, sehingga mempermudah verifikasi peserta.

Baca juga: Ali Ghufron: Direksi BPJS Kesehatan siap bertugas

Selain inovasi, Direksi BPJS Kesehatan 2021-2026 juga fokus ingin memperluas kepesertaan dan mempertimbangkan alternatif pendanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dia memberi contoh adanya opsi filantropi dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) selain juga pilihan bekerja sama dengan berbagai lembaga.

"Kita berharap tidak hanya di BPJS keseluruhan tapi juga orang-orang atau perusahaan-perusahaan bisa berkontribusi terhadap alternatif inovasi pendanaan, di samping kita memperkuat bagaimana peserta yang bukan penerima upah atau sektor informal itu bisa meningkat jumlahnya," tegasnya.

Baca juga: Ali Ghufron ingin BPJS Kesehatan tingkatkan kualitas pelayanan
Baca juga: Presiden lantik Dewas dan Direksi BPJS Kesehatan
Baca juga: Presiden tunjuk eks Wamenkes Ali Ghufron sebagai Dirut BPJS Kesehatan
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021