Terinspirasi Inggris, kini RI punya pengawasan genom yang lebih baik

Terinspirasi Inggris, kini RI punya pengawasan genom yang lebih baik

Tangkapan layar - Menteri Riset dan Teknologi RI Bambang Brodjonegoro dalam kegiatan Forum Sains Interdisipliner Indonesia-Inggris, UKICIS, Kamis (25/2/2021). ANTARA/Suwanti/aa.

Jakarta (ANTARA) - Indonesia kini menjalankan upaya pengawasan dalam hal pengurutan genom (genome sequencing) yang lebih baik, menurut Menteri Riset dan Teknologi RI Bambang Brodjonegoro yang merujuk pada pembelajaran dari pengalaman Inggris dalam bidang itu.

"Terinspirasi dari apa yang dilakukan Inggris, sejak Maret tahun lalu saya sudah memulai upaya pengurutan genom, tetapi tidak ditujukan bagi pengawasan melainkan untuk tujuan riset," kata Bambang dalam pertemuan forum sains Indonesia-Inggris, Kamis.

"Namun dengan pengalaman Inggris, saya meminta kolega saya, Menteri Kesehatan, untuk berkolaborasi menjalankan pengembangan genom secara nasional [...] dan saat ini Indonesia mulai mempunyai pengawasan genom yang lebih baik," ujar Bambang menambahkan.

Pandemi COVID-19 yang terjadi lebih dari satu tahun belakangan ini diperparah oleh penemuan virus varian baru yang bermutasi, B.1.1.7, dengan kasus pertama terdeteksi di Inggris pada November 2020--yang kemudian dikenal sebagai "virus varian Inggris".

Pemerintah Inggris menyebut bahwa penemuan virus mutasi tersebut merupakan tanda kemajuan negara itu dalam bidang pengurutan genom, sehingga dapat mendeteksi jenis virus baru dengan cepat. Hal ini juga diakui oleh Menteri Bambang dalam pidatonya.

Bambang, lebih lanjut, menyebut bahwa perkembangan dalam upaya pengawasan genom di Indonesia diperlukan dalam kondisi pandemi ini, khususnya untuk memonitor keberadaan varian atau mutasi baru virus COVID-19.

"Sejauh ini, kami belum menemukan kasus varian baru manapun, entah itu dari Inggris, Afrika Selatan, atau Brazil," katanya .

"Namun, tentu saja kami perlu menjalankan pengurutan keseluruhan genom (whole genome sequencing) secara lebih intensif dan pengurutan tertentu (targeted sequencing) untuk mengetahui apakah telah terdapat mutasi atau varian baru virus di Indonesia, kata menteri.

Baca juga: Menristek: Indonesia terus lacak varian baru melalui peningkatan WGS

Baca juga: Menteri: Indonesia tingkatkan kemampuan pengembangan vaksin COVID-19
Pewarta : Suwanti
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021