Presiden harapkan vaksinasi COVID-19 bisa lindungi awak media

Presiden harapkan vaksinasi COVID-19 bisa lindungi awak media

Tangkapan Layar Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi COVID-19 terhadap awak media di Gedung Basket Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis. (FOTOANTARA/HO-Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo berharap awak media atau insan pers sebagai salah satu pihak yang didahulukan untuk mendapatkan vaksinasi bisa lebih terlindungi saat bekerja di era pandemi COVID-19.

“Kita harapkan memberikan perlindungan kepada awak media di lapangan,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau vaksinasi wartawan di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis.

Presiden mengatakan prioritas yang diberikan kepada awak media tersebut mempertimbangkan faktor risiko para wartawan yang sering berinteraksi dengan publik saat bekerja.

Maka dari itu saat puncak perayaan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2021, Presiden Jokowi menginstruksikan agar awak media mendapatkan prioritas untuk divaksin lebih dahulu.

“Awak media di lapangan yang sering berinteraksi dengan publik, dengan narasumber, dan ini memberikan perlindungan dengan baik bagi insan pers yang pagi hari ini telah dilakukan vaksinasi,” katanya.

Presiden berharap vaksinasi kepada insan pers tersebut dapat segera berjalan di provinsi-provinsi lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di Jakarta sebanyak 5.500 awak media akan mendapatkan vaksinasi yang prosesnya dimulai secara bertahap.

Presiden pada kesempatan itu berjanji bahwa seluruh insan pers di Tanah Air segera mendapatkan vaksinasi.

“Seluruh insan pers di Tanah Air, semuanya, segera mendapatkan vaksinasi,” katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi akan hadiri vaksinasi massal COVID-19 bagi insan pers

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 jadi harapan pulihkan bisnis media, kata pengamat

Baca juga: Presiden: 5.000 vaksin COVID-19 diberikan ke insan pers akhir Februari

Baca juga: Hadiah HPN 2021, 17.000-an wartawan dapat prioritas vaksinasi COVID-19
Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021