Komisi D DPRD kritisi rencana DKI bangun JPO bertema nakes

Komisi D DPRD kritisi rencana DKI bangun JPO bertema nakes

Petugas Damkar DKI Jakarta menyemprotkan cairan disinfektan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Penyemprotan cairan disinfektan di JPO dan halte bus di kawasan Sudirman-Thamrin itu bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Komisi D DPRD DKI Jakarta mengkritisi rencana Pemprov DKI Jakarta membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) bertema tenaga kesehatan (nakes) di ruas Jalan Sudirman-Thamrin.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah berpendapat lebih baik memberikan pertolongan langsung pada nakes yang gugur saat bertugas dalam penanggulangan pandemi COVID-19 dibandingkan hanya membuat proyek semacam monumen.

"Kalau memang menghargai, lebih baik didepositokan ke anak nakes yang gugur. Jangan buat masyarakat bertanya-tanya," ujar Ida di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, revitalisasi JPO itu tidak hanya diperlukan di sekitar Jalan Sudirman, namun di daerah lain juga JPO-nya membutuhkan revitalisasi.

"Saya sepakat bukan hanya JPO Sudirman saja, tapi JPO lain yang masih butuh revitalisasi," katanya.

Baca juga: DKI revitalisasi JPO Sudirman untuk kenang nakes gugur akibat COVID-19
Seorang warga membawa payung saat melintas di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (16/10/2020). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj. 
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan JPO yang ada di Jalan Sudirman itu sudah goyang sehingga membutuhkan revitalisasi.

"JPO itu memang sudah goyang. Pemakaiannya cukup tinggi karena berada di kawasan padat dengan gedung," kata Hari.

JPO tersebut juga dilengkapi jalur putar balik sepeda. Monumen nakes itu dibuat sebagai pelengkap. "Untuk monumen nakes itu cuma tambahan saja," katanya.

Hari mengatakan revitalisasi JPO di Jalan Sudirman itu menggunakan dana koefisien lantai bangun (KLB).

"Pembangunan JPO tahap satu masih kemarin dengan anggaran KLB masih sisa. Jadi kami lanjutkan tahun ini," katanya.

Baca juga: Revitalisasi JPO Karet Sudirman untuk memperkuat struktur jembatan
Warga dengan mengenakan masker berjalan di salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (16/5/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan revitalisasi JPO yang terletak di Karet Sudirman, Jakarta Pusat. Revitalisasi ini disebut sebagai bentuk upaya untuk mengenang jasa tenaga medis yang berjuang menangani pandemi virus Corona (COVID-19).

"Kabar baik untuk warga Jakarta, ada rencana revitalisasi JPO Karet Sudirman yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan tenaga medis dalam menangani pandemi virus Corona (COVID-19)," tulis Dinas Bina Marga DKI Jakarta dalam akun Facebook resminya seperti dilihat, Jumat (29/1).

Revitalisasi JPO Sudirman ini masuk tahap 2. Dinas Bina Marga DKI menyebut revitalisasi ini akan bertemakan kapal pinisi. Selain itu, akan disediakan fasilitas jembatan penyeberangan sepeda dan anjungan pandang Jakarta pada revitalisasi itu.

"JPO dibangun dengan konsep modern dilengkapi anjungan bertema kapal pinisi. JPO ini hadir dengan fasilitas jembatan penyeberangan sepeda (JPS) dan anjungan pandang Jakarta," katanya.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021