Biden, Trudeau janji akan menentang China dan tangani iklim

Biden, Trudeau janji akan menentang China dan tangani iklim

Presiden AS Joe Biden berada diantara awak media saat akan menuju Milwaukee, Wisconsin dari Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Selasa (16/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst/AWW/djo

Washington/Ottawa (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Selasa berupaya untuk membuka lembaran baru usai era pemerintahan Trump, menggarisbawahi hubungan dekat kedua negara dan berjanji untuk bekerja sama dalam melawan pengaruh China dan menangani perubahan iklim.

“Tak ada sahabat yang lebih dekat bagi AS selain Kanada,” kata Biden pada Trudeau melalui sambungan video dengan pimpinan Kanada dan para pejabat pemerintahannya. “Itulah mengapa anda merupakan orang pertama yang saya hubungi dalam kapasitas sebagai presiden (dan) pertemuan bilateral pertama saya,” ujarnya.

Usai berbincang selama kurang lebih dua jam, kedua pemimpin muncul dan mengatakan mereka berencana untuk bekerja sama dengan dekat untuk mengalahkan pandemi COVID-19 dan melawan perubahan iklim, dengan tujuan untuk mencapai  emisi nol pada 2050.

Baca juga: Kanada kurangi pembatasan perbatasan untuk reunifikasi keluarga
Baca juga: AS perpanjang larangan perjalanan di perbatasan Kanada, Meksiko


Trudeau juga menyampaikan terima kasih kepada Biden karena telah menekankan dukungan AS atas pembebasan dua warga negara Kanada yang ditahan oleh China, Michael Spavor dan Michael Kovrig. “Manusia bukanlah kepingan barter,” kata Biden. “Kami akan bekerja bersama sampai mereka kembali dengan selamat.”

Biden dan Trudeau tidak membuka tanya jawab usai menyampaikan pernyataan mereka.

Trudeau menyambut administrasi Biden, mengutip secara khusus perhatian baru Washington terhadap perubahan iklim, yang berbeda dengan mantan Presiden AS Donald Trump.

"Terima kasih, sekali lagi, karena telah melangkah sedemikian besar dalam menangani perubahan iklim. Kepemimpinan AS telah sangat dirindukan selama beberapa tahun terakhir," kata Trudeau.

Kanada sering kali menjadi perhentian asing pertama presiden AS, tetapi pandemi COVID-19 mengubah pertemuan langsung antara kedua pemimpin dan beberapa wakil utama mereka menjadi virtual.

Biden, Wakil Presiden Kamala Harris dan pejabat lainnya yang mengenakan masker berwarna gelap, duduk di meja panjang di ruang pertemuan Gedung Putih, dekat layar video besar yang menampilkan gambar Trudeau dari Ottawa.

Sumber pemerintah Kanada mengatakan belum ada kemajuan mengenai kemungkinan Kanada mengakses vaksin COVID-19 yang diproduksi di Amerika Serikat. Kanada saat ini menerima dosis dari pabrik-pabrik di Eropa.

"Kami fokus pada diri kami sendiri, Amerika Serikat fokus pada dirinya sendiri. Mereka merasa kekurangan pasokan, jadi tidak ada berita tentang hal itu," kata sumber itu, yang meminta namanya tidak disebutkan mengingat sensitivitas situasi.

Aliansi yang kembali

Biden membuat Ottawa naik pitam tak lama setelah resmi menjabat pada 20 Januari dengan memblokir proyek pipa Keystone XL senilai 8 miliar dolar (Rp 112 triliun) untuk memompa minyak pasir mentah dari Alberta ke Nebraska, dan mengusulkan program "Beli Buatan Amerika" yang bertujuan mengarahkan lebih banyak pengeluaran AS untuk produsen dalam negeri.

Tetapi kedua pemimpin itu menjelaskan bahwa mereka ingin menyelesaikan perselisihan itu dan bekerja sama.

Pertemuan tersebut menarik perhatian sebagai pandangan awal dari diplomasi Biden. "Semua orang di seluruh dunia mengamati pertemuan ini dengan sangat cermat. Mereka ingin mendapatkan apa yang diperoleh Kanada dan mereka tidak akan berhasil. Ini adalah akses tingkat atas, standar emas," kata seorang diplomat senior Barat  di Ottawa.

"Kami merasa kami akan balapan di sini," sumber pemerintah Kanada menambahkan.

Trudeau adalah pemimpin dunia pertama yang memberi selamat kepada Biden ketika presiden yang diusung partai Demokrat itu dinyatakan sebagai pemenang pemilihan umum pada November, menggambarkan besarnya keinginan sekutu dekat AS itu untuk beralih dari empat tahun masa jabatan Trump.

Mantan presiden dari partai Republik, yang sering bentrok dengan sekutu tradisional dalam perdagangan, memberlakukan tarif terhadap aluminium dan baja Kanada. Dia hanya melakukan satu perjalanan ke Kanada untuk pertemuan G7 pada 2018, dan mengecam Trudeau karena disebut sangat tidak jujur dan lemah usai dia meninggalkan Kanada.

Trump juga memaksa negosiasi ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, pembicaraan yang menghabiskan waktu bertahun-tahun pemerintah Trudeau.

Sesi Selasa dimulai dengan pertemuan 45 menit antara Biden, Harris, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, penasihat keamanan nasional Jake Sullivan dan rekan mereka dari Kanada.

Pertemuan lain dengan lebih banyak pejabat menyusul. Trudeau didampingi oleh menteri keuangannya, Chrystia Freeland, dan lainnya.

Pejabat itu mengatakan Gedung Putih mengharapkan Trudeau untuk mengangkat masalah dua warga Kanada yang ditahan oleh Beijing dan dituduh melakukan spionase setelah penahanan Kanada atas Meng Wanzhou, kepala keuangan Huawei Technologies Co Ltd China, dengan surat perintah penangkapan AS.

Meng masih berada di bawah penahanan di rumah.

Biden juga mengatakan para pemimpin akan bekerja sama untuk memperkuat keamanan dan ketahanan rantai pasokan, dan untuk mendorong "pemulihan ekonomi yang kuat pasca pandemi yang menguntungkan semua orang, tidak hanya mereka yang berada di atas.”

Sumber: Reuters

Baca juga: Kanada minta pengadilan abaikan pernyataan ahli dalam kasus CFO Huawei
Baca juga: Trump, Trudeau diskusikan dua WN Kanada yang ditahan China

Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021