Bank Mandiri dukung IMBA bangkitkan industri properti nasional

Bank Mandiri dukung IMBA bangkitkan industri properti nasional

Dokumentasi - Pengunjung melihat maket perumahan dalam pameran properti Mandiri Fiesta Expo di Jakarta, Selasa (12/11/2019). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendukung Indonesia Mortgage Bankers Association (IMBA) untuk membangkitkan industri properti nasional dari dampak pandemi COVID-19, salah satunya melalui penyelenggaraan Indonesia Mortgage Forum (IMF) 2021.

EVP Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, dengan mengusung tema "Dukungan Perbankan dan Regulator di Sektor Properti dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional", IMF 2021 merupakan agenda tahunan mortgage bankers di bawah naungan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) untuk memperkuat kolaborasi dalam mencari solusi atas permasalahan terkini di sektor properti.

"Bank Mandiri sebagai salah satu pelaku pembiayaan mortgage akan memperkuat kerja sama dengan anggota IMBA lainnya agar industri ini bisa kembali tumbuh serta ikut berkontribusi membantu pemerintah memulihkan ekonomi dari dampak pandemi," ujar Ignatius di Jakarta, Jumat.

Adapun tema yang dibahas dalam IMF 2021 antara lain mengenai kebijakan pelonggaran rasio LTV/FTV kredit properti sampai dengan 100 persen dan penghapusan ketentuan pencairan KPR inden secara bertahap, yang akan berlaku efektif mulai dari 1 Maret 2021.

Di samping itu, juga dibahas tentang kebijakan transaksi properti khususnya yang dilakukan secara notarill di tengah kondisi pandemi, kebijakan persyaratan PPJB secara notariil serta ketentuan baru mengenai sertifikat elektronik. Harapannya, seluruh inisiatif itu dapat memberikan output yang baik di sektor properti.

Sedangkan narasumber dalam seminar tersebut antara lain Pengurus Perbanas Aviliani, Direktur Perdata Direktorat Jendral Administrasi Hukum Umum Kemenkumham Santun Maspari Siregar, Direktur Rumah Umurm & Komersial Kementerian PUPR Fitrah Nur, Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Yanti Setiawan, Ketua Umum Real Estate Indonesia Paulus Totok Lusida dan Ketua Green Building Council Indonesia Iwan Prijanto.

Menurut Ignatius, IMBA berharap program vaksinasi COVID-19 yang sedang berlangsung saat ini dapat berjalan lancar dan sesuai perencanaan pemerintah.

Keberhasilan program vaksinasi dinilai menjadi kunci pemulihan ekonomi Indonesia karena akan mendorong optimisme dan memberikan kepastian pergerakan ekonomi kepada masyarakat dan industri, termasuk sektor properti, kata Ignatius.

Saat ini, perbankan memiliki peran besar dalam pembelian properti. Hal ini terlihat pada Data SHPR Bank Indonesia Kuartal IV 2020 yang menunjukkan rasio pembelian properti residensial menggunakan KPR di level 75,31 persen.

Di Bank Mandiri sendiri, penyaluran KPR pada tahun lalu mencapai Rp43,5 triliun atau sekitar 50 persen dari total penyaluran kredit konsumer (bank only) yang sebesar Rp86,4 triliun.

Baca juga: Adaptasi digital, Bank Mandiri hadirkan "edu-branch"

Baca juga: Bank Mandiri gandeng Artajasa integrasikan BPR di GPN

Baca juga: Bank Mandiri kembangkan layanan kustodian dan trustee

 
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021