PMI-Oxfam salurkan bantuan nontunai kepada ribuan penyintas gempa Palu

PMI-Oxfam salurkan bantuan nontunai kepada ribuan penyintas gempa Palu

Proses pendistribusian bantuan nontunai yang disalurkan untuk penyintas gempa dan tsunami di Palu, Sulteng yang juga terdampak pandemi COVID-19. ANTARA/HO-Humas PMI

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) dan lembaga nirlaba Oxfam menyalurkan bantuan nontunai (BNT) kepada ribuan kepala keluarga yang merupakan korban gempa, likuifaksi dan tsunami di Sulawesi Tengah yang terdampak pandemi COVID -19.

"Adapun jumlah penerima manfaat sebanyak 6.714 KK yang merupakan korban gempa sekaligus terdampak COVID-19," kata Kasubdiv Tanggap Darurat dan Pemulihan Markas Pusat PMI, Ridwan S Carman melalui sambungan telepon dari Sukabumi, Kamis.

Menurutnya, bantuan ini merupakan wujud komitmen dari PMI dan Oxfam dalam membantu penyintas bencana di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Selama dua tahun terakhir PMI telah melaksanakan program respon tanggap darurat dan upaya pemulihan bagi penyintas yang tedampak di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Relawan PMI kembalikan keceriaan anak penyintas bencana gempa Sulbar

Namun demikian, menurut dia, program-program perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta dukungan para mitra seperti Oxfam menyusul datangnya bencana baru berupa pandemi COVID-19.

Belum tuntas penderitaan warga setelah diguncang bencana dahsyat beberapa tahun lalu, saat ini mereka harus kembali berhadapan dengan situasi sulit akibat pandemi COVID-19, sehingga keadaan ekonominya sulit bangkit.

"Saat ini PMI dan Oxfam sudah menyalurkan bantuan itu ke rekening masing-masing penerima manfaat yang nilainya Rp906.500 per kepala keluarga," tambahnya.

Ridwan mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui rekening santunan kerja sama dengan Bank Mandiri dengan rincian sebaran penerima manfaat untuk Kabupaten Parigi terdiri dari 143 KK, Kota Palu 2.986 KK, Kabupaten Sigi 2.779 KK dan Kabupaten Donggala 806 KK.

Baca juga: Oxfam prediksi 500 juta warga bisa jatuh miskin akibat COVID-19

Sementara itu, Humanitarian Operation Lead Oxfam in Indonesia Dino Argianto mengatakan sampai saat ini pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana gempa, tsunami dan likuifaksi terlebih di masa pandemi saat ini.

"Kami menggandeng PMI dalam penyaluran bantuan nontunai ini khususnya kepada sasaran kelompok rentan di masyarakat dengan tujuan untuk meringankan beban kebutuhan pokok khususnya," katanya.

Baca juga: JMK-Oxfamproduksi 29,6 juta liter air untuk pengungsi bencana Sulteng
Baca juga: PMI salurkan bantuan nontunai untuk korban gempa di Parigi Mautong
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021