Kemensos targetkan 300 unit kursi roda elektrik untuk anak disabilitas

Kemensos targetkan 300 unit kursi roda elektrik untuk anak disabilitas

Tangkapan layar - Menteri Sosial Tri Rismaharini saat peresmian sentra kreasi atensi dan peninjauan lokasi rencana pembangunan rusunawa bagi eks pemulung dan tunawisma di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, Kamis (18/2/2021). ANTARA/Tangkapan Layar/aa.

Jakarta (ANTARA) - Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, Jawa Barat yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) RI menargetkan pembuatan 300 unit kursi roda elektrik untuk dibagikan kepada anak-anak disabilitas.

"Insya Allah tahun ini target kita 300. Saya tantang teman-teman di balai untuk membantu anak-anak dan saudara-saudara kita yang disabilitas," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini saat peresmian sentra kreasi atensi dan peninjauan lokasi rencana pembangunan Rusunawa bagi eks pemulung dan tunawisma di Balai Karya Pangudi Luhur yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Mensos dukung seni daur ulang kertas untuk usaha disabilitas

Baca juga: Mensos usulkan pemberian tanda di rumah penyandang disabilitas


Ia mengatakan kursi roda elektrik tersebut akan dibuat oleh para penghuni yang menetap di Balai Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat.

Pada awalnya, Risma, panggilan akrab Mensos memberikan tantangan kepada penghuni balai untuk menghasilkan suatu fasilitas bagi anak-anak disabilitas.

Namun, di luar dugaan dalam satu bulan para eks pemulung yang menetap di Balai Pangudi Luhur sudah bisa membuat kursi roda elektrik.

"Ini adalah karya teman-teman di balai. Saya juga tidak mengira dalam waktu sebulan mereka sudah bisa membuat kursi elektrik dengan benar serta dapat digunakan," kata eks Wali Kota Surabaya tersebut.

Hasil karya penghuni balai tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo dengan memberikan dukungan materi.

Selain itu, Mensos juga mengajak para penghuni balai untuk memberdayakan sampah-sampah yang ada di beberapa kementerian untuk didaur ulang sehingga bernilai lebih. "Sampah-sampah itu diolah menjadi karya yang produktif," katanya.

Baca juga: LPSK harap pemerintah ketat awasi bansos penyandang disabilitas

Risma mengatakan para pemulung yang dibawa ke Balai Karya Pangudi Luhur merupakan masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Mereka kehilangan kesempatan hingga lapangan kerja.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021