Guardiola: jeda internasional akan tingkatkan penyebaran COVID-19

Guardiola: jeda internasional akan tingkatkan penyebaran COVID-19

Pelatih Manchester City asal Spanyol Pep Guardiola.(Pool via REUTERS/TIM KEETON)

Jakarta (ANTARA) - Pep Guardiola mengatakan bahwa ia khawatir penyebaran COVID-19 di Liga Premier Inggris kembali meningkat ketika para pemain membela negara mereka di jeda internasional pada akhir Maret.

Jumlah kasus COVID-19 mulai menurun dengan liga Inggris mengumumkan bahwa hanya tercatat dua kasus positif dari dua putaran pemeriksaan terbaru mereka terhadap 2.915 pemain dan staf klub, terendah sejak Oktober.

Namun, pelatih Manchester City itu mengatakan bahwa ia khawatir pemain yang bepergian ke penjuru dunia untuk pertandingan internasional dapat mengakibatkan lonjakan kasus corona baru saat mereka kembali ke Inggris.

Baca juga: Enam pemain RB Salzburg positif COVID-19 jelang jeda internasional

Jeda internasional selama dua pekan akan dimulai setelah pertandingan perempat final Piala FA City melawan Everton pada 20 Maret.

Delapan belas pemain City kemungkinan akan dipanggil timnas masing-masing serta berbagai pemain tim yunior, dengan Kejuaraan Eropa U-21 berlangsung pada waktu yang sama.

Namun, klub-klub Liga Premier Inggris mungkin tidak diwajibkan untuk membiarkan pemain Portugal atau Amerika Selatan pergi setelah badan sepak bola dunia FIFA memperpanjang aturan untuk melepaskan anggota skuat tersebut hingga akhir April.

“Satu-satunya cara untuk terlindungi dari virus ini adalah dengan tetap di rumah, dan tidak bergerak serta menjaga jarak sosial tanpa kontak dan tidak bepergian,” kata Guardiola menjelang pertandingan lawan Everton pada Kamis.

“Sekarang orang-orang akan melakukan perjalanan, para pemain pergi ke tim nasional dan sulit setelah mengendalikannya, jadi saya pikir sayangnya kasus (positif) akan meningkat."

Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Manchester City semakin di depan buru gelar

“Saya ingin mengatakan atau menebak itu tidak akan terjadi, tetapi dari pengalaman, itu terjadi dalam dua atau tiga gelombang yang sudah ada di seluruh dunia, jadi bila Anda pergi, Anda berisiko terkontaminasi, untuk tertular virus lagi," tambah pelatih asal Spanyol itu yang dikutip Goal pada Rabu.

“Saya pikir Liga Premier Inggris harus peduli tentang ini, semua liga (harus) khawatir.”

Pertandingan melawan Everton harus diundur setelah pertandingan mereka pada 28 Desember dibatalkan empat jam sebelum dimulai menyusul kasus COVID-19 di Manchester City.

Tempat latihan klub untuk sementara ditutup dan dibersihkan setelah lima pemain dan empat anggota staf dinyatakan positif.

Leg pertama Liga Champions pekan depan melawan Borussia Monchengladbach telah dipindahkan ke Budapest di Hongaria karena peraturan Jerman tentang perjalanan selama pandemi.

Baca juga: Skuat City dilanda COVID-19, laga kontra Everton ditangguhkan
Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021