Pedagang Tanah Abang diingatkan untuk jaga prokes usai divaksin

Pedagang Tanah Abang diingatkan untuk jaga prokes usai divaksin

Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengingatkan pedagang Pasar Tanah Abang untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dan menerapkan perilaku 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, seusai diberi vaksin COVID-19.

"Penerima vaksin harus tetap mematuhi 3M untuk melindungi diri sendiri termasuk orang lain, terutama melindungi orang yang belum mendapatkan vaksin dan memiliki riwayat komorbid," kata Wibi di Jakarta, Rabu.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino tersebut yang juga sempat meninjau vaksinasi tahap kedua di Blok A Pasar Tanah Abang, Rabu ini dan menyatakan ada tiga pesan yang harus dilakukan oleh pedagang.

Selain harus tetap menerapkan 3M saat berada di luar rumah sekalipun vaksin diberikan untuk meningkatkan antibodi karena tetap berpotensi menularkan virus kepada orang lain, selanjutnya adalah masyarakat Jakarta harus bersabar dalam proses vaksinasi COVID-19.

Baca juga: Anies: Vaksinasi di Pasar Tanah Abang jadi percontohan pasar lainnya

"Penerima vaksinasi yang sangat banyak membuat proses penyuntikannya membutuhkan waktu yang cukup panjang," ucap Wibi.

Karena berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terdapat 7,9 juta warga Ibu Kota yang terdata bakal mendapatkan vaksin COVID-19, proses vaksinasi ini diproyeksikan bakal memakan waktu selama beberapa bulan.
 
Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (31/10/2019). (Antara/Ricky Prayoga)

"Pada saatnya pasti semua kebagian, tapi ini sudah diatur pemerintah untuk memprioritaskan kelompok-kelompok tertentu. Misalnya tenaga kesehatan dan kelompok layanan publik," ujar anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini.

Untuk yang terakhir, hendaknya calon penerima COVID-19 bersikap jujur kepada tenaga kesehatan mengenai kondisi tubuhnya. Mereka harus menceritakan kemungkinan memiliki riwayat penyakit komorbid atau sebagai penyintas Covid-19.

Baca juga: 150 tenaga kesehatan dilibatkan dalam vaksinasi di Pasar Tanah Abang

"Vaksinasi harus benar-benar dicek bahwa yang bersangkutan tidak ada penyakit bawaan. Tujuannya untuk meminimalisir risiko akibat mendapat vaksin," tuturnya.

Wibi mendukung kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam program vaksinasi COVID-19 ini.

Dia berharap vaksinasi tahap kedua kepada pelaku usaha mikrot kecil dan menengah (UMKM) ini dapat mendorong geliat ekonomi di Ibu Kota.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa virus ini tidak hanya menyerang kesehatan masyarakat, tapi berdampak pada ekonomi dan sosial. Tentu kami berharap, kegiatan ini dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan warga tetap patuh terhadap 3M," ucapnya.

Baca juga: Pedagang antusias, vaksinasi massal di Pasar Tanah Abang lancar
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021