Ancaman bencana di Bogor diprediksi berlanjut hingga April

Ancaman bencana di Bogor diprediksi berlanjut hingga April

Bupati Bogor, Ade Yasin di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan pihaknya gencar melakukan mitigasi lantaran ancaman bencana tahun ini di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diprediksi berlanjut hingga April.

"Ketika sudah ada peringatan, kita harus siap-siap untuk melakukan penanganan bencana alam yang terbaik," ujarnya di Cibinong, Bogor, Selasa.

Ia mengatakan telah menerima laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa tahun ini ancaman
bencana tidak hanya diperkirakan berlangsung hingga Januari seperti biasa, melainkan hingga April mendatang.

Kondisi tersebut tak lain disebabkan karena fenomena La Nina yang hingga kini belum usai.

Baca juga: Muhadjir Effendy-Erick Thohir segera bahas bencana di Puncak Bogor

Baca juga: LIPI: Pemetaan potensi bencana penting untuk antisipasi banjir bandang


"Bencana biasanya terjadi di bulan Desember dan Januari. Tetapi efek dari badai La Nina mengakibatkan perubahan kondisi," kata Ade Yasin.

Menurutnya, sepanjang tahun 2021, tercatat sebanyak 13 kecamatan yang kerap tertimpa bencana kecil, seperti banjir dan longsor sehingga upaya mitigasi diprioritaskan pada belasan kecamatan tersebut.

"Ini bisa menjadi besar kalau tidak ada upaya pencegahan bencana. Itulah pentingnya mitigasi bencana," tuturnya.

Ade Yasin juga menekankan perlu adanya kolaborasi dan sinergi antara instansi serta serta seluruh masyarakat dalam menghadapi bencana.

"Setelah saya pelajari ternyata semua dinas menjadi bagian dari penanganan bencana. Tidak hanya mitigasi bencana juga dalam penanganan dampak bencana. Saya juga minta aktifkan kembali Desa Tangguh Bencana (Destana), semua harus bersinergi memperisiapkan maupun pelatihannya," ujarnya.

Baca juga: BIG: Tata permukiman Kabupaten Bogor antisipasi potensi bencana
 
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021