Kemendikbud : Program D4 tingkatkan minat masuk pendidikan vokasi

Kemendikbud : Program D4 tingkatkan minat masuk pendidikan vokasi

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto, dalam webinar “Peningkatan Program Diploma Tiga Menjadi Sarjana Terapan” yang dipantau di Jakarta, Selasa. (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan program diploma empat (D4) atau sarjana terapan yang merupakan transformasi dari program D3 akan meningkatkan minat siswa masuk pendidikan vokasi.

“Passion atau minat mahasiswa meningkat dalam mengikuti kuliah pada program D4 ini,” ujar Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto, dalam webinar “Peningkatan Program Diploma Tiga Menjadi Sarjana Terapan” yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan transformasi program D3 menjadi D4 tersebut memiliki sejumlah keuntungan, mulai dari jenjang karir yang jelas. Prodi yang membuka D4 artinya sudah memenuhi syarat "link and match" dengan dunia usaha dan dunia industri yang menjamin lulusan dapat berdaya saing secara maksimal.

Kemudian mengubah mahasiswa yang awalnya terpaksa dan menjadikan pendidikan vokasi menjadi pilihan pertama yang diminati.

“Juga dapat meningkatkan skor seleksi penerimaan. Contohnya di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dari 1 berbanding 15 saat masih D3 menjadi 1 berbanding 40, satu berbanding 60 bahkan satu berbanding 100 saat menjadi D4,” tambah dia.

Dia mendorong agar perguruan tinggi vokasi meningkatkan program diploma tiga menjadi diploma empat. Peningkatan program tersebut memiliki syarat akreditasi B atau baik sekali, memiliki kerja sama dengan industri, lulusan daya saing tinggi, dan rekam jejak kinerja prodi tinggi.

Baca juga: Kemendikbud: Pengembangan program D3 tidak lagi dapat dana pemerintah

Baca juga: Kemendikbud tegaskan Program D4 setara dengan S1

Program sarjana terapan memiliki keunggulan akreditasi tetap, kualifikasi lulusan meningkat, daya serap dunia usaha dan dunia industri tinggi, dan memiliki link dengan industri.

Wikan menambahkan program D4 dan S1 memiliki level yang sama yakni Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang setara dengan level enam.

D4 maupun S1 memiliki sejumlah SKS yang sama yaitu 144 SKS. Bedanya pada jalur pendidikan vokasi (D4) lebih menitikberatkan pada keahlian dengan lebih mengutamakan praktik dibanding teori.

Lulusan D4 akan mendapatkan gelar dan ijazah, sertifikasi kompetensi, portfolio tangible, kemampuan teknis dan nonteknis kuat, dan integritas.

Baca juga: Kemendikbud kembangkan D-3 menjadi D-4 dan SMK jalur cepat D-2

Baca juga: Pemerintah dorong lembaga pendidikan vokasi bersinergi, berinovasi

Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021