Lab swasta Pakistan segera terima Sputnik V untuk penjualan komersial

Lab swasta Pakistan segera terima Sputnik V untuk penjualan komersial

Petugas kesehatan dengan alat pelindung diri melakukan uji seka hidung pada seorang anak perempuan di fasilitas penyaringan dan pengujian virus corona (COVID-19), di Karachi, Pakistan, Selasa (21/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Akhtar Soomro/hp/djo

Islamabad (ANTARA) - Sebuah laboratorium swasta di Pakistan akan segera menerima dosis vaksin COVID-19 asal Rusia, Sputnik V, untuk penjualan komersial --menjadi proses yang pertama dalam skema tersebut, menurut keterangan pihak perusahaan pada Minggu.

"Kami diinformasikan bahwa pengiriman vaksin yang pertama direncanakan pada pekan depan," kata Direktur Chughtai Lab, Omar Chughtai.

Ia menambahkan perusahaannya akan menerima beberapa ribu dosis Sputnik V, dengan jadwal pengiriman adalah setiap empat-lima hari.

Kendati terdapat perhatian mengenai prinsip keadilan dan harga yang lebih tinggi, Pemerintah Pakistan pekan ini telah menyetujui impor dan penjualan vaksin secara komersial tanpa patokan harga tertinggi.

Kebijakan Pakistan itu terbalik dengan kebanyakan negara di dunia, yang mengimpor dan menjalankan program vaksinasi melalui kanal pemerintah, serta mendapatkan sejumlah kritik.

Mantan menteri kesehatan Zafar Mirza memuji upaya pemerintah dalam mengupayakan pengadaan dan pendistribusian vaksin secara gratis.

Namun, ia menyebut keputusan pemerintah untuk tak menentukan patokan harga "akan memperdalam ketidakadilan di masyarakat pada masa perlunya cakupan yang luas."
 
Pemerintah sendiri telah meluncurkan program vaksinasi pada bulan ini dengan 500.000 dosis vaksin Sinopharm yang disumbang oleh China --sekutu lama negara itu. Namun di luar itu, pemerintah belum mencapai kesepakatan apa pun dengan produsen-produsen vaksin.

Sputnik V menjadi satu dari empat vaksin COVID-19 yang mendapat izin penggunaan darurat di Pakistan, selain vaksin hasil pengembangan perusahaan China, yaitu Sinopharm dan  CanSinoBio, serta perusahaan AstraZeneca asal Inggris.

Chughtai Lab berencana pula untuk mengimpor vaksin lainnya, namun Sputnik V yang tersedia paling pertama, kata pihak perusahaan.

Chughtai menolak menjabarkan biaya impor maupun harganya, namun ia mengatakan bahwa harga jual vaksin "tampaknya akan meningkat" dibandingkan dengan laporan mengenai Sputnik secara global.

Pengembang vaksin Sputnik V sebelumnya menyebut bahwa vaksin yang harus disuntikkan sejumlah dua dosis itu dijual dengan harga 10 dolar AS (sekitar Rp140.000) per dosis.

"Secara internasional, terdapat permintaan yang sangat tinggi, dan saya tidak akan kaget jika rentang harganya lebih tinggi pada saat ini," kata Chughtai. Ia  menambahkan bahwa harga akan turun dalam tiga-empat bulan seiring dengan ketersediaan lebih banyak vaksin.

Chughtai menyebut pihaknya menantikan dekret resmi pemerintah dalam dua hari mendatang, yang akan merinci aturan vaksinasi oleh sektor swasta, termasuk mengenai pendaftaran penerima vaksin.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pakistan akan izinkan swasta mengimpor vaksin COVID-19

Baca juga: Pakistan setujui vaksin Sputnik V Rusia untuk penggunaan darurat

Baca juga: Militer Pakistan terbangkan kiriman pertama vaksin COVID-19 dari China


 

Presiden Jokowi: 329,5 juta dosis vaksin COVID-19 sudah dipesan


 
Pewarta : Suwanti
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021