Imigrasi bakal deportasi WN Inggris yang bunuh polisi di Bali

Imigrasi bakal deportasi WN Inggris yang bunuh polisi di Bali

Proses penjemputan David James Taylor di LP Kerobokan, Badung, Bali oleh petugas Imigrasi Ngurah Rai, di Badung, Bali, Kamis (11/2/2021). ANTARA/HO-Humas Kemenkumham Bali.

Denpasar (ANTARA) - Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali segera mendeportasi warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama David James Taylor hari ini, Kamis, ke negara asalnya, setelah dinyatakan bebas atas kasus pembunuhan anggota polisi Aipda Wayan Sudarsa di Pantai Kuta, Bali pada 2016 lalu.

"Dia akan diterbangkan ke negaranya hari ini melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan Qatar Airlines. Dari Bandara Ngurah Rai berangkat pukul 19.00 WITA, kemudian sampai di Jakarta terbang ke negaranya pukul 00.45 WIB," kata Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Eko Budianto saat dihubungi, di Denpasar, Kamis.
 
Ia mengatakan ada tiga petugas Imigrasi Ngurah Rai akan mengawal David James Taylor kembali ke negaranya.

Menurutnya, pihak Imigrasi Ngurah Rai telah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Inggris terkait proses pemulangan dan persiapan dokumennya.
 
"Sejauh ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Inggris juga, dan sudah diterbitkan dokumennya," ujar Eko pula.
 
Sementara waktu untuk menunggu waktu deportasi, David James Taylor akan ditahan di Ruang Detensi Keimigrasian Ngurah Rai.
 
"Belum ada informasi yang bersangkutan akan didampingi pihak keluarga atau Kedutaan Inggris, hanya saja prosedur kami tetap melakukan pengawalan sampai David berangkat ke negaranya," kata Eko pula.
 
Sebelumnya, David James Taylor yang sempat terlibat dalam kasus pembunuhan anggota polisi, telah dinyatakan bebas murni pada Kamis ini, di Lapas Kelas IIA Kerobokan, Badung.
 
Mantan narapidana asal Inggris ini telah menjalani enam tahun masa pidana sesuai yang tercantum dalam Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal. Selain itu, David juga menerima remisi sebanyak 18 bulan 15 hari.
Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021