Kepada Biden, Xi tegaskan Taiwan, Hong Kong, Xinjiang urusan China

Kepada Biden, Xi tegaskan Taiwan, Hong Kong, Xinjiang urusan China

Presiden AS Joe Biden (kiri) saat masih menjadi Wapres AS bertemu Presiden China Xi Jinping di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada 2011. ANTARA/HO-China Daily/mii.

Beijing (ANTARA) - Dalam percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Kamis pagi waktu Beijing, Presiden China Xi Jinping menegaskan bahwa persoalan Taiwan dan isu-isu menyangkut Hong Kong dan Xinjiang merupakan urusan internal negaranya.

Persoalan tersebut merupakan bagian dan kedaulatan dan integritas teritorial China sehingga sudah seharusnya pihak AS menghormati kepentingan China, demikian Xi.

Ia juga menekankan bahwa dalam menghadapi situasi global yang tidak pasti ini, China dan AS memikul tanggung jawab bersama sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kedua belah pihak, lanjut pucuk pimpinan Partai Komunis China (CPC) itu, harus bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik dan mendukung perdamaian dunia.

Xi menggarisbawahi bahwa restorasi dan peningkatan hubungan China-AS menjadi sangat penting dalam pembangunan internasional selama lebih dari setengah abad.

Meskipun penuh liku, Xi menambahkan bahwa hubungan kedua negara harus tetap ditingkatkan guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua negara dan berkontribusi di dunia global.

Xi menekankan bahwa China dan AS justru mendapatkan manfaat melalui kerja sama dan mengalami kerugian dengan berkonfrontasi.

Hanya kerja sama menjadi pilihan terbaik bagi kedua negara, demikian Xi sebagaimana rilis yang diterima ANTARA Beijing.

"Anda tadi mengatakan bahwa Amerika dapat mendefinisikan satu kata: 'posibilitas'. Kami berharap posibilitas akan menjadi poin penting dalam meningkatkan relasi China-AS," ujar Xi yang juga pemimpin tertinggi Komisi Militer Pusat China (CMC) itu.

Pada saat Biden menjabat Wakil Presiden dari Barack Obama, Xi sempat bertemu. Namun percakapan telepon pada Kamis pagi itu merupakan yang pertama kalinya bagi kedua pemimpin negara ekonomi terbesar di dunia itu bisa berbicara satu sama lain sejak Biden dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2021.

Melalui saluran telepon itu, Biden menyampaikan ucapan Tahun Baru Imlek, sedangkan Xi menyampaikan selamat atas pelantikan Biden.

Biden menganggap China memiliki sejarah yang panjang dan budaya yang besar serta jumlah penduduknya yang sangat besar.

Menurut dia, AS dan China harus menghindari konflik dan bekerja bersama dalam perubahan iklim dan isu-isu lainnya.

Pihak AS, lanjut dia, bersiap membangun dialog dengan pihak China didasari semangat saling menghormati, saling pengertian, dan menghindari kesalahan komunikasi.

Kedua kepala negara sepakat percakapan telepon tersebut dapat memberikan sinyal positif kepada dunia dan kedua pihak akan menjalin komunikasi yang erat.

Baca juga: Berbicara dengan Xi Jinping, Biden singgung isu HAM dan Indo-Pasifik
Baca juga: Melalui telepon, Biden dan Xi berbicara pertama kalinya
Baca juga: Hikmahanto: hubungan AS, China akan tetap memanas di era Biden
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021