Britney Spears angkat bicara usai film dokumenternya rilis

Britney Spears angkat bicara usai film dokumenternya rilis

Penerima piala Vanguard Award Britney Spears berpose di balik langsung 29th Annual GLAAD Media Awards di The Beverly Hilton Hotel, California, pada 12 April 2018. ANTARA/J. Merritt/Getty Images for GLAAD.

Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Britney Spears akhirnya angkat bicara setelah film dokumenter "Framing Britney Spears" rilis pada 5 Februari dan menjadi kontroversi.

Meskipun tidak secara langsung membahas masalah yang diangkat dalam film tersebut, termasuk konservatorinya dengan sang ayah dan kampanye #FreeBritney, melalui laman Twitter pelantun "Baby One More Time" itu membagikan video saat menyanyikan lagu "Toxic" di panggung.

"Tidak percaya kinerja 'Toxic' ini dari 3 tahun yang lalu!!! Saya akan selalu senang berada di atas panggung…. tapi saya meluangkan waktu untuk belajar dan menjadi orang normal… Saya suka menikmati hal mendasar dari kehidupan sehari-hari!!!!" kata Spears dilansir Variety, Kamis.

Baca juga: Britney Spears ingin sang ayah dihapus dari konservator

Baca juga: Ayah Britney Spears sebut tagar #FreeBritney "sebuah lelucon"


Spears juga mengatakan bahwa setiap orang memiliki ceritanya sendiri dan apa yang terlihat di depan layar sangat berbeda dengan kehidupan nyata.

"Kita semua memiliki begitu banyak kisah hidup yang berbeda!!! Ingat, apa yang kita pikir kita ketahui tentang kehidupan seseorang, itu tidak sama dengan apa yang sebenarnya terjadi pada hidup seseorang di belakang lensa!!!!" ujar Spears.

Spears berada di bawah konservatori sejak 2008, dipimpin oleh ayahnya, Jamie Spears, yang berarti dia mengendalikan keuangan sekaligus setiap aspek kehidupannya.

Pada November 2020, mega bintang itu kalah dalam upaya untuk mengeluarkan ayahnya dari konservatori. Dia sekarang tetap memegang kendali, sebagai ko-konservator dengan perusahaan keuangan Bessemer Trust, meskipun hakim tidak mengesampingkan petisi di masa depan untuk pencopotan atau penangguhannya.

Spears sendiri telah menolak untuk tampil saat dia berada di bawah konservatori.

Sementara itu, mantan suami Spears Kevin Federline "menyetujui" Jodi Montgomery, sebagai manajer Britney dan orang pilihan untuk menjadi konservatornya.

"Menurutnya Jodi Montgomery telah melakukan pekerjaan yang mengagumkan dan dia tidak memiliki posisi lain untuk menjalankan pekerjaan yang berhubungan dengan konservatori," kata Mark Vincent, pengacara Federline.

Federline memiliki 70 persen hak asuh atas putranya dan Spears, sementara Spears memiliki 30 persen lainnya.

Baca juga: Kasus kontroversial Britney Spears digarap jadi film dokumenter

Baca juga: Britney Spears dan Backstreet Boys kolaborasi di lagu "Matches"

Baca juga: Ultah ke-39, Britney Spears rilis lagu baru
Pewarta : Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021