Turki berencana kirim astronot ke bulan pada 2023

Turki berencana kirim astronot ke bulan pada 2023

Foto yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC), di Beijing, Selasa (1/12/2020) ni menunjukkan proses pendaratan Chang'e-5. Wahana antariksa Chang'e-5 China berhasil mendarat di sisi dekat Bulan pada Selasa (1/12) tengah malam dan mengirimkan kembali gambar ke Bumi, papar Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA). Pada pukul 23.11 malam, wahana tersebut mendarat di area pendaratan yang telah dipilih sebelumnya di dekat 51,8 derajat bujur barat dan 43,1 derajat lintang utara, kata CNSA. Selama proses pendaratan, kamera di wahana pendarat berhasil mengambil gambar-gambar area pendaratan, imbuh CNSA. ANTARA FOTO/Xinhua/Jin Liwang/HP.

Ankara (ANTARA) - Turki berencana mengirim astronot untuk pertama kalinya ke bulan demi mewujudkan salah satu program antariksa nasional pada 2023, kata Presiden Turki, Tayyip Erdogan, Selasa (9/2).

"Pendaratan pertama ke bulan akan menggunakan pesawat ulang-alik hibrida buatan dalam negeri yang akan diluncurkan ke orbit pada akhir 2023 melalui kerja sama internasional," kata Erdogan saat mengumumkan misi luar angkasa Turki ke bulan yang akan dilakukan dalam dua tahap.

Erdogan tidak menjelaskan lebih lanjut kerja sama internasional yang ia sebut. Namun bulan lalu, Erdogan sempat berbicara dengan pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, dan keduanya menjajaki peluang kerja sama pengembangan teknologi antariksa dengan perusahaan-perusahaan Turki.

Presiden Erdogan, saat menghadiri sebuah acara di Ankara, mengumumkan 10 tujuan strategis antariksa Turki, termasuk di antaranya mengirim warga Turki dalam misi pengembangan ilmu pengetahuan di luar angkasa.

Baca juga: China teropong kehidupan luar angkasa dengan teleskop raksasa

Baca juga: Astronaut pecahkan misteri suara misterius di antariksa


Turki bulan lalu meluncurkan satelit Turksat 5A menuju orbit dari Amerika Serikat lewat kerja sama dengan SpaceX. Pemerintah Turki akan kembali meluncurkan satelit Turksat 5B pada kuartal II 2021.

Otoritas di Ankara berencana mewujudkan seluruh misi antariksanya dalam waktu 10 tahun, kata Erdogan. Ia menambahkan Turki akan terus mengembangkan teknologi satelitnya dan membangun fasilitas peluncur pesawat ulang alik dan satelit (spaceport) bersama negara-negara sekutu.

Turki sebelumnya juga meluncurkan satelit telekomunikasi dan alat pengintaian, membentuk sistem satelit terintegrasi dan alat uji coba, serta membangun sistem satelit beresolusi tinggi yang disebut IMECE. Sistem itu rencananya akan diluncurkan pada 2022.

"Kaki kita akan ada di bumi, tetapi mata kita akan ada di luar angkasa. Kita akan tetap mengakar di bumi, tetapi cabang-cabang kita akan terus naik sampai ke langit," kata Erdogan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Rusia akan tawarkan perjalanan ke luar angkasa bagi turis
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021