Dompet Dhuafa distribusikan logistik bagi penyintas banjir Semarang

Dompet Dhuafa distribusikan logistik bagi penyintas banjir Semarang

Tim relawan bersama Dompet Dhuafa Jawa Tengah mendistribusikan bantuan logistik termasuk makanan siap saji bagi para penyintas banjir di provinsi itu khususnya Kota Semarang. ANTARA/pri.

Jakarta (ANTARA) - Tim relawan bersama Dompet Dhuafa Jawa Tengah pada Sabtu mendistribusikan bantuan logistik termasuk makanan siap saji bagi para penyintas banjir di provinsi itu khususnya Kota Semarang.

"Hingga malam ini kami terus menyisir warga yang masih bertahan di rumah akibat dampak banjir sekaligus menyalurkan makanan siap saji," kata Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Tengah Satria melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Penyaluran makanan siap saji tersebut dilakukan di wilayah Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk, Kota Semarang yang mana kondisi banjir di daerah tersebut hingga saat ini masih belum surut.

Selain itu, Dompet Dhuafa juga telah mendistribusikan sejumlah makanan bagi penyintas yang terdampak banjir di Kelurahan Kuningan, Semarang Utara.

Secara umum, banjir mengepung wilayah Semarang dan sekitarnya hingga Sabtu malam akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu sejak Jumat (5/2) malam.

Banjir mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Kota Semarang mengalami banjir serta mengakibatkan mobilisasi dari dan ke kota itu lumpuh di antaranya di wilayah Bandara Ahmad Yani hingga sejumlah stasiun kereta api.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat terdapat sekitar 76 kelurahan yang terdampak banjir di Semarang.

Adapun banjir melanda 10 kecamatan yaitu Kecamatan Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Tengah, Semarang Selatan, Ngaliyan, Pedurungan, Semarang Timur, Gayamsari dan Genuk.

Satria mengatakan sejauh ini banjir telah melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat. Dompet Dhuafa dibantu para relawan juga berupaya membuka dapur umum sementara bersama warga.

"Sampai malam ini kami terus berkoordinasi dengan relawan, dikhawatirkan adanya penyintas yang membutuhkan penanganan lebih lanjut ke rumah sakit," ujar Satria.

Baca juga: Banjir Semarang, 21 jadwal penerbangan bandara setempat jadi terdampak
Baca juga: Menteri PUPR: Penyebab Kota Lama Semarang terendam curah hujan ekstrem
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021