Pusat observasi Turki-Rusia untuk Nagorno-Karabakh dibuka

Pusat observasi Turki-Rusia untuk Nagorno-Karabakh dibuka

Tentara Azeri membawa bendera nasional negara sambil berpose untuk foto di pemukiman Talish, yang dikontrol pasukan Azerbaijan menyusul konflik militer terhadap Nagorno-Karabakh melawan pasukan etnis Armenia dan penandatanganan kesepakatan gencatan senjata di Distrik Tartar, Minggu (6/12/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Aziz Karimov/hp/cfo/am.

Istanbul (ANTARA) - Sebuah pusat gabungan Turki-Rusia untuk mengamati proses gencatan senjata di Nagorno-Karabakh akan mulai beroperasi pada Sabtu (30/1), kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, Jumat (29/1).

Satu jenderal Turki dan 38 personel akan bekerja di pusat itu untuk mendukung upaya memastikan bahwa gencatan senjata terus berlangsung di Nagorno-Karabakh, kata Akar dalam sebuah pernyataan.

Turki dan Rusia sepakat untuk mendirikan pusat gabungan untuk memantau gencatan senjata yang dicapai antara Azerbaijan dan Armenia pada November.

Setelah pertempuran yang berlangsung selama enam pekan, Azerbaijan dan Armenia menandatangani kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia untuk Nagorno-Karabakh, yakni wilayah yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi sebagian besar dihuni oleh etnis Armenia.

Pasukan penjaga perdamaian Rusia juga dikerahkan ke wilayah tersebut berdasarkan kesepakatan gencatan senjata itu.

Sumber: Reuters

Baca juga: Putin pertemukan pemimpin Azerbaijan, Armenia pascaperang
Baca juga: Mengurai benang kusut konflik Armenia-Azerbaijan
Baca juga: Konflik di Karabakh kembali pecah, empat tentara Azerbaijan tewas
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021