Pemerintah gandeng asosiasi fintech genjot ekonomi digital nasional

Pemerintah gandeng asosiasi fintech genjot ekonomi digital nasional

Ilustrasi - Perajin sepatu cetak bahan alami (ecoprint) mengunggah foto produknya di pasar digital di rumah produksi Madukara, Malang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/hp

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menggandeng Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) untuk menggenjot pengembangan ekonomi digital nasional termasuk mendukung pelaku UMKM dalam negeri.

“Kerja sama ini diharapkan dapat berimbas pada digitalisasi serta peningkatan daya saing UMKM lokal,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin di Jakarta, Rabu.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan ekonomi digital nasional melalui pemanfaatan layanan keuangan digital.

Menurut dia, masih kurangnya digitalisasi UMKM nasional juga menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi kinerja UMKM saat ini selain imbas pandemi dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Padahal, lanjut Rudy, dengan jumlah penduduk yang besar, tingkat kepemilikan smartphone serta penetrasi internet yang tinggi, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar.

Ia mengungkapkan salah satu tantangan digitalisasi UMKM di Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi digital, literasi keuangan, dan literasi keuangan digital.

Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) yang diadakan OJK menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia tahun 2019 masih di angka 38,03 persen, jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri digital diharapkan dapat mengatasi tantangan-tantangan di atas serta mendorong perkembangan ekonomi digital serta kinerja UMKM nasional yang lebih baik.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Aftech Budi Gandasoebrata menjelaskan pihaknya mendukung digitalisasi UMKM melalui inovasi dan teknologi layanan keuangan digital, seperti pembayaran digital, pinjaman daring, perencana keuangan, hingga pembiayaan proyek.

“Aftech mendukung program Kemenko Perekonomian RI dalam pengembangan ekonomi digital melalui pemanfaatan layanan serta peningkatan literasi keuangan digital,” ujar Budi.

Baca juga: Pelaku UMKM ungkap kenaikan omzet setelah masuk pasar online
Baca juga: Luhut apresiasi ada 3,4 juta UMKM masuk sistem digital
Baca juga: Asosiasi fintech bentuk prakarsa bersama untuk bantu UMKM

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021