Menteri Trenggono ingin tonjolkan komoditas perikanan RI ke dunia

Menteri Trenggono ingin tonjolkan komoditas perikanan RI ke dunia

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Jakarta, Rabu (27/1/2021). ANTARA/HO-KKP/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengutarakan harapannya agar komoditas perikanan Indonesia dapat lebih ditonjolkan kepada dunia agar berbagai pihak di mancanegara dapat mengingat Indonesia dengan kejayaan komoditas unggulan tersebut.

"Harapan saya adalah Indonesia punya komoditas unggulan. Apa itu lobster yang bisa jadi salah satu unggulan bangsa ini," kata Menteri Trenggono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dengan Indonesia memiliki komoditas unggulan di sektor kelautan dan perikanan, maka seluruh dunia akan datang ke negeri ini untuk melihat komoditas tersebut.

Pihaknya juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk DPR RI dan pemda, agar dapat mengembangkan kawasan kampung sebagai sumber ekonomi baru yang tidak hanya diisi oleh kegiatan produksi tapi juga aktivitas ekonomi lainnya.

Baca juga: Tampil perdana di Raker DPR, ini permintaan Menteri KP

"Kami akan kerja sama dengan Bapak Ibu, sekaligus pemda supaya skala ekonominya bisa kita hitung. Hulu hilir. Jadi mulai dari bibit, pakan, selanjutnya pembinaan sampai kemudian panen. Lalu kemudian bisa ada industri di situ untuk processing baik untuk kepentingan pasar lokal dan ekspor," ucap Menteri Trenggono.

Menteri Trenggono juga menyampaikan sejumlah capaian kinerja KKP pada 2020, antara lain realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Kelautan dan Perikanan tahun 2020 mencapai Rp5,26 triliun yang disalurkan kepada 173.355 debitur dengan NPL hanya 0,07 persen.

Kemudian, realisasi penyaluran realisasi penyaluran dana kelolaan Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan sebesar Rp705,28 miliar kepada 18.684 pelaku usaha kelautan dan perikanan.

Selain itu, ujar dia, dalam kurun waktu Oktober 2019-Desember 2020, tercatat KKP berhasil menangkap 100 unit kapal illegal-fishing sebagai komitmen menjaga sumber daya laut dan kedaulatan.

Baca juga: Menteri Trenggono: Perikanan budi daya masa depan perikanan Indonesia

Sementara itu Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengingatkan agar KKP dapat lebih terbuka terkait dengan program dan data dalam rangka membangun kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sudin juga menyoroti masih adanya sejumlah kejadian atau aktivitas tentang penangkapan ikan ilegal di wilayah perairan Indonesia oleh kapal berbendera asing.

Senada, Anggota Komisi IV DPR RI Slamet juga menyoroti tentang Satgas 115 terkait dengan upaya pemberantasan penangkapan ikan ilegal, di mana Menteri Kelautan dan Perikanan juga menjabat sebagai Komandan Satgas 115.

Slamet menginginkan anggaran untuk operasionalisasi Satgas 115 dapat transparan dan jangan disisipkan dengan pos anggaran lainnya.

Baca juga: Jadi Menteri Kelautan, Trenggono lepas jabatan di Agrinas dan KKIP
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021