Anggota DPRD sebut DKI masih bisa diharapkan untuk hadapi banjir

Anggota DPRD sebut DKI masih bisa diharapkan untuk hadapi banjir

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur melakukan normalisasi saluran air di sekitar Jalan DI Panjaitan, Rawabunga, Jatinegara untuk mengatasi genangan air hujan. (ANTARA/HO-Sudin SDA Jaktim)

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Syarif menilai langkah Provinsi DKI Jakarta dalam mempersiapkan diri menghadapi musim hujan seperti pengerukan dan penyiagaan rumah pompa sudah berjalan dengan baik dan masih bisa diharapkan untuk menghadapi banjir.

"Langkah dinas terkait masih bisa diharapkan untuk menghadapi banjir dengan segala upaya yang dilakukan, tapi perlu ditingkatkan yang saluran mikronya," kata Syarif yang merupakan Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta itu, di Jakarta, Kamis.

Menurut Syarif, tiga dinas utama yang terkait dengan penanganan dan antisipasi banjir yakni Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Lingkungan Hidup yang sama-sama tergabung dalam satuan tugas (satgas) penanganan banjir, telah berjuang menyiapkan langkah untuk mengantisipasi banjir.

Syarif mengungkapkan bahwa selama bertugas di DPRD DKI Jakarta sejak 2019, pihaknya rutin mendapati petugas melakukan upaya mitigasi banjir, terutama yang berasal dari Dinas SDA yang sering melakukan pengerjaan pengerukan lumpur dan sampah di sejumlah saluran penghubung, kali, waduk, polder, sungai dan sebagainya.

Baca juga: Tim UPK Badan Air Manggarai antisipasi banjir bandang di Bogor

Meski demikian, politisi Partai Gerindra ini meminta DKI untuk mewaspadai adanya ancaman banjir dan genangan yang bersumber dari saluran mikro atau gorong-gorong akibat sumbatan sampah di musim hujan, seperti dari pengalaman 2017 yakni sejumlah gorong-gorong di Ibu Kota banyak dipenuhi sampah kulit kabel, sehingga berdampak banjir di sejumlah ruas jalan.

"(Banjir) ini bukan hanya soal urusan saluran makro dengan penghubung saja, tapi ada juga saluran mikro. Jangan-jangan nanti karena saluran mikro dianggap sudah bagus (bersih) waktu itu, kemudian ditinggal untuk mengerjakan makro tiba-tiba keteteran, banjir di mikronya," ujar Syarif.

Sementara itu, dalam sosial medianya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiagakan pompa stasioner sebanyak 487 unit di 178 lokasi.

Salah satu fasilitas pengendalian air yang cukup penting di Jakarta adalah rumah pompa Pluit yang berlokasi di Jalan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara yang terus dioperasikan secara optimal untuk pengendalian banjir di daerah hilir Jakarta, yaitu Jakarta Utara.

Baca juga: Jakarta Pusat tambah dua pompa air antisipasi genangan di Jayakarta

10 pompa
"Saat ini terdapat 10 unit pompa dan enam unit genset dengan jumlah operator sebanyak 38 personel," kata Anies yang dikutip dari akun sosmed Instagram miliknya @aniesbaswedan.

Anies menilai, memasuki musim hujan keberadaan pompa merupakan bagian terpenting dalam pengendalian banjir Jakarta, sehingga, dia juga menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan selalu memastikan kesiapan pompa di rumah pompa, agar tidak ada masalah saat pengoperasian di musim hujan.

Berdasarkan data dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, dalam menghadapi musim hujan, sudah terbangun 2.974 sumur resapan untuk pencegahan banjir di DKI Jakarta. Adapun 2.974 titik sumur resapan tersebut dikerjakan oleh tujuh instansi wilayah masing-masing di DKI Jakarta.

Dinas SDA membangun 975 titik, Sudin SDA Jakarta Selatan 570 titik, Sudin SDA Jakarta Timur 456 titik sumur resapan. Sudin SDA Jakarta Pusat membangun 359 titik, Sudin SDA Jakarta Barat 352 titik, Sudin SDA Kepulauan Seribu membangun 132 titik dan di Kawasan Monas dibangun 130 titik sumur resapan.

Baca juga: Pemkot Jakpus dorong proyek penanganan banjir rampung akhir 2020

Sumur resapan diharapkan tidak hanya mengurangi volume air dari limpasan hujan, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai cadangan air di musim kemarau.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021