Izin kepolisian harus jadi prioritas setelah Liga 1 dihentikan

Izin kepolisian harus jadi prioritas setelah Liga 1 dihentikan

Ilustrasi: Polisi memasangkan gelang tiket pada penonton pertandingan Liga-1 Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Polda Metro Jaya mengerahkan sedikitnya 12.000 petugas gabungan TNI-Polri untuk mengamankan pertandingan tersebut. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Manajemen Persita Tangerang meminta agar izin kepolisian harus menjadi prioritas PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelum kembali merancang kompetisi agar hal-hal terdahulu tidak kembali terulang.

"Kami juga berharap LIB dan PSSI tetap bisa memprioritaskan perizinan ke pihak kepolisian agar semuanya menjadi lebih jelas lagi," ujar manajer Persita I Nyoman Suryanthara seperti dikutip dalam laman resmi klub dari Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, izin penyelenggaraan ini menjadi penghalang terbesar dalam melanjutkan liga. Setelah kompetisi dihentikan pada Maret akibat pandemi COVID-19, awalnya liga akan kembali digelar pada Oktober. Akan tetapi, beberapa hari jelang kompetisi dimulai, PSSI kembali harus menundanya akibat masalah izin tersebut.

Baca juga: PSSI resmi hentikan Liga 1 dan 2 musim 2020 tanpa juara

Setelah penghentian itu, nasib kompetisi sepak bola Indonesia musim 2020 bagai di ujung tanduk, tak jelas dan terombang-ambing. Akhirnya, pada Rabu, PSSI kemudian memutuskan Liga 1 dihentikan total dan fokus menatap musim baru.

Bagi Persita, kepastian penghentian kompetisi ini menjadi langkah tepat ketimbang memaksakan melanjutkan liga. Dengan begitu, klub tak dilingkupi kekhawatiran lagi dan bisa menentukan langkah ke depannya.

"Yang penting sekarang sudah ada satu langkah yang dilalui, semoga ke depannya juga keputusan-keputusan lain bisa cepat menyusul, terutama soal kapan kompetisi akan dimulai," kata dia.

Senada dengan Persita, klub asal Kalimantan Borneo FC juga mengingatkan pentingnya izin penyelenggaraan harus bisa diselesaikan sejak awal. Mereka pun menyarankan agar kompetisi digelar setelah Lebaran agar klub dan federasi bisa mempersiapkannya secara matang.

"Tentu izin harus dipegang terlebih dahulu. Usul, jika bisa lebih baik setelah Lebaran. Karena klub juga perlu waktu untuk mencari sponsor, bernegosiasi dengan sponsor. Sehingga klub akan sehat ke depan nya," ujar presiden klub Borneo FC Nabil Husein.

Baca juga: Persita Tangerang lega kompetisi 2020 dihentikan total
Baca juga: Persib nilai penghentian kompetisi bagai buah simalakama
Baca juga: PSIS Semarang apresiasi keputusan PSSI soal penghentian liga
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021