Warga Baduy di Lebak belum ditemukan positif COVID-19

Warga Baduy di Lebak belum ditemukan positif COVID-19

Warga Baduy membuang barang bukti madu palsu sitaan dari masyarakat Baduy di Kampung Kaduketug, Lebak, Banten, Minggu (22/11/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aww.

Lebak (ANTARA) - Masyarakat adat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak Provinsi Banten hingga kini belum ditemukan kasus positif penyebaran wabah pandemi COVID-19, karena mereka disiplin dengan tidak ke luar daerah.

"Kami mengapresiasi warga Baduy dapat mengendalikan COVID-19 itu," kata Petugas Medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cisimeut Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Iton Rustandi di Lebak, Rabu.

Baca juga: Indonesia sumbang 0,98 persen kasus COVID-19 dunia

Masyarakat Baduy lebih mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna mencegah penularan virus corona.

Bahkan, tetua adat setempat mengimbau masyarakat Baduy tidak boleh ke luar daerah, seperti Jakarta, Tangerang dan Bogor, sebab di daerah itu merupakan zona merah penyebaran COVID-19.

Baca juga: Capai 5.059 kasus, Kabupaten Jepara-Jateng masuk zona merah lagi

Selama ini, kata dia, aktivitas masyarakat Baduy lebih banyak di rumah dan ladang-ladang untuk mengembangkan pertanian.

"Kami juga mengoptimalkan edukasi tentang bahaya COVID-19 agar warga Baduy mengetahui penyebaran penyakit yang mematikan itu," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pihaknya kini terus mengendalikan pandemi COVID-19 dengan membagikan ribuan masker di permukiman masyarakat Baduy juga melakukan penyemprotan disinfektan.

Baca juga: Ada lonjakan kasus, Kota Bekasi tambah kapasitas ICU pasien COVID-19

Selain itu juga mendirikan wastafel di sepanjang pintu gerbang memasuki kawasan pemukiman Baduy.

Pendirian wastafel ini diharapkan warga Baduy maupun pengunjung dapat mencuci tangan menggunakan sabun.

Saat ini, kata dia, di wilayah kerjanya melayani enam desa dan di antaranya Desa Kanekes, Bojongmenteng, Nayagati dan Cisimeut Raya.

Jumlah kasus COVID-19 di wilayah kerjanya itu tercatat sebanyak tiga orang positif COVID-19, namun dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

"Kasus COVID-19 yang meninggal dunia itu diduga tertular di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, karena mereka kerapkali berobat," katanya.

Sementara itu, Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Jaro Saija mengatakan masyarakat suku Baduy harus berada di wilayahnya dan tidak boleh ke luar daerah guna mencegah penyebaran COVID-19.

Begitu juga warga Baduy yang merantau diminta untuk pulang dan sebelum masuk pemukiman adat terlebih dahulu menjalani pengecekan kesehatan di Puskesmas setempat.

"Kami menjamin pemukiman Baduy terbebas COVID-19 dan penjagaan diberlakukan dengan ketat dan pengunjung yang hendak masuk ke tanah hak ulayat Baduy dilakukan pemeriksaan kesehatan," ujarnya menjelaskan.
 
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021