Korban gempa Mamuju harap penggantian rumah yang rusak terealisasi

Korban gempa Mamuju harap penggantian rumah yang rusak terealisasi

Sebuah mainan boneka berada di sekitar reruntuhan rumah yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (17/1/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc.

Mamuju, Sulbar (ANTARA) - Para korban gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat berharap dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak dapat segera terealisasi.

"Kami berharap, apa yang disampaikan Pak Presiden Joko Widodo itu bisa terealisasi," kata Supri, salah seorang warga korban gempa bumi di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan, walaupun rumahnya tidak masuk dalam kategori rusak berat, namun dana stimulan tersebut sangat dia harapkan untuk dapat memperbaiki rumahnya yang mengalami keretakan akibat gempa.

Baca juga: Kementerian PUPR akan audit bangunan di Sulbar pasca gempa bumi

"Rusaknya tidak terlalu parah, tetapi ada beberapa bagian badan rumah retak-retak. Saya khawatir kalau hanya ditempel dengan semen (plester), sangat rawan sebab jika kembali terjadi gempa maka bisa langsung roboh," kata warga Perumahan Axuri yang mengungsi di Patiddi, salah satu kawasan di Kabupaten Mamuju yang menjadi sasaran pengungsian karena berada di ketinggian.

Korban gempa lainnya Ramli juga berharap, pemerintah memberikan bantuan dana perbaikan rumah untuk korban gempa di Majene yang guncangannya sangat kuat hingga di Mamuju.

Baca juga: Prajurit TNI AL disebar ke pulau-pegunungan antar bantuan gempa Sulbar

"Kami sangat senang mendengar pemerintah akan memberikan bantuan dana untuk perbaikan rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa. Jika memang benar, kami sangat berharap bisa segera terwujud," harap warga Kali Mamuju itu.

Ia juga mengaku dampak gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo itu merusak sebagian besar rumahnya.

Bahkan, Ramli mengaku banyak peralatan elektronik dan dapur di rumahnya rusak akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Baca juga: YSTC kirim bantuan paket hunian untuk penyintas gempa Sulbar

"Terpenting, saya bersama istri dan anak-anak bisa selamat. Saat kejadian, saya tidak berfikir lagi menyelamatkan barang-barang dan langsung berupaya ke luar rumah bersama anak dan istri saya," tuturnya.

"Tapi, jika memang ada bantuan dana pembangunan rumah tentu kami sangat berharap bantuan tersebut sebab selama dua bulan terakhir penghasilan saya jauh menurun akibat COVID-19, ditambah lagi musibah gempa ini," ungkap Supri.

Sebelumnya, pada Selasa (19/1) Presiden Joko Widodo bersama rombongan meninjau lokasi pengungsian korban gempa di Mamuju.

Presiden menyampaikan, pemerintah pusat akan membantu masyarakat yang terdampak gempa dan juga akan membantu untuk membangun kembali gedung-gedung pemerintah daerah yang rusak akibat gempa.

“Untuk gedung-gedung pemerintah yang roboh setelah diaudit nanti, pemerintah pusat akan segera bangun kembali. Kemudian untuk rumah penduduk yang roboh, pemerintah akan membantu, untuk yang rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan atau hanya retak-retak Rp10 juta,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan dirinya datang langsung ke Sulawesi Barat karena ingin memastikan proses penyaluran bantuan ke masyarakat, pemenuhan logistik pengungsi, juga proses evakuasi korban berjalan baik.

“Siang hari ini saya berkunjung ke Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamuju, dan melihat lapangan, melihat bangunan-bangunan pemerintah yang ambruk, juga rumah-rumah penduduk yang roboh,” ujarnya.

Presiden berharap dengan bantuan dari pemerintah pusat, masyarakat dapat kembali membangun rumah dan segera beraktivitas kembali.

Kegiatan pemerintahan daerah di Sulbar juga diharapkan dapat segera berjalan kembali untuk melayani masyarakat.

"Dengan harapan bantuan dari pemerintah pusat, pemulihan kembali segera terwujud, baik rumah-rumah roboh, pemulihan ekonomi, dan pemulihan di pemerintahan akan kembali normal," katanya.
Pewarta : Amirullah
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021