Relokasi, ITPC Osaka optimalkan promosi produk unggulan RI

Relokasi, ITPC Osaka optimalkan promosi produk unggulan RI

Sejumlah seniman melukis kerajinan tas goni kulit lukis di Geleri Lukis Kain Nasrafa, Randusari, Teras, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/1/2021). Kerajinan tas goni kulit lukis dengan memberdayakan potensi seniman lukis dari Boyolali dan sekitarnya tersebut dijual dari harga Rp250 ribu hingga Rp500 ribu dan telah memenuhi permintaan pasar ekspor ke negara Filipina dan Jepang. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meresmikan pembukaan kantor baru Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Osaka di Jepang secara virtual, yang diharapkan dapat meningkatkan semangat dan menunjang segala aktivitas yang merupakan tugas dan fungsi ITPC Osaka menjadi lebih optimal.

“Selamat atas kantor baru yang lebih representatif, modern, dan berada di lokasi yang strategis. Diharapkan dengan kantor baru ini dapat mendorong peningkatan kapasitas promosi, pemasaran, dan kegiatan lainnya yang dilakukan menjadi semakin optimal,” kata Wamendag lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu.

Acara peresmian secara virtual itu dihadiri Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di Jepang, Heri Akhmadi; Konsul Jenderal RI di Osaka, Jepang, Mirza Nurhidayat; Atase Perdagangan Tokyo, Arief Wibisono; Kepala ITPC Osaka, Ichwan Joesoef; Sekretaris Jenderal ASEAN-Japan Center, Masataka Fujita; Direktur Bisnis dan Promosi JETRO Osaka, Yasushi Ninomiya; dan jajaran Pejabat Eselon I dan II Kemendag.

Baca juga: Dorong ekspor ke Jepang, "Trade Expo Indonesia" dilaksanakan virtual
 

Wamendag mengharapkan kinerja perwakilan perdagangan di seluruh dunia, termasuk di Jepang, dapat terus ditingkatkan guna memberikan kontribusi terhadap surplus neraca perdagangan Indonesia.

Pada 2020, surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Jepang tercatat lebih dari 20 miliar dolar AS.

“Surplus neraca perdagangan ini harus dipertahankan dan ditingkatkan, di samping juga menjaga konsumsi dan perdagangan di dalam negeri. Untuk itu, relokasi ke kantor baru yang lebih baik diharapkan dapat mendukung kinerja yang lebih positif,” imbuh Jerry.

Sekretaris Jenderal Kemendag, Suhanto, juga menyatakan pentingnya sinergisitas yang baik antara seluruh pemangku kepentingan baik di dalam dan luar negeri dalam upaya mendorong peningkatan ekspor nasional.

Baca juga: Dongkrak ekspor, "dashboard" ekonomi Indonesia-Jepang diluncurkan
 

“Kementerian Perdagangan juga siap mendukung apa saja yang dibutuhkan perwakilan perdagangan di luar negeri agar dapat meningkatkan ekspor dan membantu para pelaku usaha mengekspor produk-produknya, terutama UKM ke luar negeri,"ujarnya.

Kantor baru ITPC Osaka berlokasi di daerah Kitahama dan berada di gedung yang mengedepankan kenyamanan dan ekologi lingkungan. Berada di lantai 1 bangunan dengan fasad terbuka, kantor ITPC Osaka diharapkan mudah terlihat dan atraktif.

Bagian depannya dikhususkan sebagai area untuk memajang produk-produk unggulan Indonesia, baik yang sudah berkembang maupun yang potensial dikembangkan di pasar Jepang.

Baca juga: Luhut minta Jepang tingkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia

Kantor ITPC Osaka juga memiliki coffee corner yang digunakan untuk mempromosikan varietas kopi unggulan Indonesia melalui kegiatan mencicipi kopi (coffee testing).

Konjen Mirza menjelaskan, pandemi Covid-19 juga berdampak pada kegiatan ekonomi dan sosial di Jepang. Namun demikian, KJRI Osaka dan ITPC Osaka selalu berkolaborasi mencari terobosan agar kegiatan promosi produk-produk Indonesia terus berlangsung di tengah pandemi.

“Kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan upaya-upaya kami di Osaka untuk terus mencari peluang dan melakukan terobosan, serta inovasi untuk mempromosikan produk-produk Indonesia di Jepang," katanya.

KJRI Osaka bersama ITPC Osaka, lanjut Mirza, melakukan berbagai kegiatan penguatan pada sisi digitalisasi pelayanan dunia usaha dan pelaksanaan promosi virtual.

Baca juga: Indonesia perlu sasar peluang ekspor buah-sayur beku ke Jepang

Baca juga: IJB-Net: Perlu teknologi pascatangkap ikan untuk ekspor ke Jepang

Baca juga: PPIJ optimistis kunjungan mantan PM Jepang dongkrak ekonomi Indonesia

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021