AS belum putuskan untuk kembali bergabung ke kesepakatan nuklir Iran

AS belum putuskan untuk kembali bergabung ke kesepakatan nuklir Iran

Semua kandidate kecuali Senator Amerika Serikat Cory Booker mengangkat tangan mereka sebagai respon atas pertanyaan apakah mereka akan mendukung kesepakatan awal nuklir Iran dalam debat bakal calon presiden 2020 dari Demokrat di Miami, Florida, Amerika Serikat, Rabu (26/6/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Segar/foc/cfo (REUTERS/Mike Segar)

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat belum memutuskan tentang apakah akan bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir Iran yang ditinggalkan oleh Presiden AS Donald Trump, kata dua calon keamanan nasional utama Presiden Terpilih Joe Biden pada Selasa.

Biden, yang menjabat pada Rabu, mengatakan bahwa jika Teheran melanjutkan kepatuhan ketat dengan perjanjian 2015 - di mana Iran menahan program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi ekonomi - Washington juga akan melakukannya.

"Kami masih jauh dari sana," Antony Blinken, pilihan Biden untuk menteri luar negeri, mengatakan kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Ia mengatakan presiden terpilih dari Partai Demokrat perlu melihat apa yang sebenarnya dilakukan Iran untuk melanjutkan mematuhi pakta tersebut.

"Kami kemudian harus mengevaluasi apakah mereka benar-benar membuat kebaikan. Jika mereka kembali untuk mematuhi kewajiban mereka, kemudian kami akan kembali ke kesepakatan," tambahnya,

Ia mengatakan tujuan akhir Biden adalah kesepakatan yang juga membatasi program rudal Iran dan dukungan untuk regional.

Trump meninggalkan kesepakatan nuklir pada 2018 dan Iran telah secara bertahap melanggar batas-batas utamanya, membangun cadangan uranium yang diperkaya rendah, memperkaya uranium ke tingkat kemurnian yang lebih tinggi dan memasang sentrifugal dengan cara yang dilarang oleh kesepakatan tersebut.

Akibatnya, Blinken mengatakan pelaporan publik mengindikasikan waktu yang dibutuhkan Iran untuk membuat atom atau elemen yang dapat menjalani fisi nuklir hanya tiga atau empat bulan.

Berdasarkan kesepakatan, setahun merupakan waktu yang diperlukan bagi Iran untuk membuat atom atau elemen yang dapat menjalani fisi nuklir.

Pilihan Biden untuk direktur intelijen nasional, Avril Haines, sebelumnya juga menyarankan keputusan untuk kembali ke pakta itu tidak dalam waktu dekat.

"(Biden) telah mengindikasikan bahwa jika Iran kembali ke kepatuhan, dia akan mengarahkan bahwa kami akan juga kembali ke kesepakatan nuklir itu. Dan saya pikir, terus terang, bahwa kami masih jauh dari itu," katanya.

Sumber : Reuters
Baca juga: Presiden Iran yakini AS akan kembali ke komitmen kesepakatan nuklir
Baca juga: Iran sebut pemerintahan baru AS harus tebus kesalahan Trump
Baca juga: Presiden Iran: yang penting kebijakan AS, bukan soal siapa presidennya
Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021