Calon Menlu Blinken janji perkuat kepemimpinan AS

Calon Menlu Blinken janji perkuat kepemimpinan AS

Anthony Blinken (Wikipedia)

Washington (ANTARA) - Calon menteri luar negeri di pemerintahan Presiden-terpilih Joe Biden, Anthony Blinken, siap untuk berjanji pada Selasa (19/1) dirinya akan berupaya untuk memperkuat kembali diplomasi Amerika Serikat yang rusak dan membangun barisan yang kuat untuk melawan tantangan yang datang dari Rusia, China, dan Iran.

Blinken berjanji akan mengambil langkah bersama dengan sekutu-sekutu AS dengan kerendahan hati dalam pidato yang disampaikan sehari sebelum Biden, Presiden-terpilih dari partai Demokrat, resmi mengambil alih pemerintahan dari presiden dari partai Republik Donald Trump. Pemerintahan Trump selama empat tahun terakhir ditandai dengan aksi-aksi sepihak AS yang kerap membuat para sekutunya jengkel.

Blinken (58 tahun), seorang veteran dalam  kebijakan luar negeri yang merupakan orang kepercayaan dekat Biden, juga akan menjelaskan mengapa kepemimpinan AS sangat penting bagi dunia, sambil menjanjikan kebijakan luar negeri yang akan berjalan bagi rakyat Amerika.

Baca juga: Menanti babak baru sengketa Laut China Selatan
Baca juga: AS klaim telah tewaskan 10.000 anggota ISIS

"Saat kita tidak aktif terlibat, saat kita tidak memimpin, maka salah satu dari dua hal terjadi: entah ada negara lain yang mencoba mengambil tempat kita, tapi mungkin tidak dengan cara yang memajukan kepentingan atau nilai kita. Atau tidak ada yang melakukan itu, dan kemudian terjadi  kekacauan," demikian dikutip dari pidato yang telah disiapkan kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

"Bagaimanapun, itu tidak menguntungkan rakyat Amerika."

Komentarnya kepada Kongres AS akan datang dua minggu setelah gedung yang mewakili demokrasi Amerika diserbu oleh ribuan anggota massa pro Trump ketika mereka berusaha untuk membatalkan kemenangan Biden dalam pemilihan umum.

Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu mengejutkan dunia, semakin merusak posisi AS di tatanan global, dan memberikan amunisi kepada musuh AS secara global. Sadar akan kerusakan itu, Blinken akan sering menekankan kerendahan hati dalam pidatonya. "Kerendahan hati karena kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan di dalam negeri untuk meningkatkan posisi kami di luar negeri," katanya, menurut sambutan yang telah disiapkannya.

Biden akan menghadapi dunia yang jauh berbeda dari dunia yang dia tinggalkan empat tahun lalu sebagai wakil presiden Presiden Barack Obama. China telah mengambil peran global yang lebih besar, mulai dari lembaga multilateral hingga membantu pembangunan di Afrika dan Amerika Latin. Hubungan antara Washington dan Beijing telah tenggelam ke posisi yang terburuk dalam beberapa dekade, mendorong perbandingan situasi saat ini dengan Perang Dingin.

Pernyataan Blinken menunjukkan bahwa pemerintahan yang akan mengambil alih menyadari sifat tantangan yang berubah.

"Kami akan terlibat di dunia yang tidak seperti dulu, tetapi sebagaimana adanya. Dunia dengan nasionalisme yang meningkat, demokrasi yang surut, persaingan yang tumbuh dengan China, Rusia, dan negara otoriter lainnya, meningkatkan ancaman terhadap sistem internasional yang stabil dan terbuka, dan sebuah revolusi teknologi yang membentuk kembali setiap aspek kehidupan kita, terutama di dunia maya," kata Blinken.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pompeo dan calon menlu kabinet Biden bahas transisi kekuasaan
Baca juga: Biden kemungkinan akan tunjuk Antony Blinken sebagai menlu AS

Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021